Kabupaten Cirebon, PN
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), berupaya terus menekan ledakan jumlah penduduk dengan program Keluarga Berencana ( KB )
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon H. Rahmat Sutrisno mengatakan, ledakan jumlah penduduk berkaitan erat dengan peningkatan jumlah kemiskinan, pengangguran, dan berbagai permasalahan lainnya ” ledakan jumlah penduduk bakal menyebabkan kurang optimalnya pelayanan pemerintah kepada masyarakat ” katanya.
” Saya minta dinas terkait untuk mampu mengendalikan supaya pertumbuhan masih dalam batas normal ” pintanya.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Hj. Eni Suhaeni menjelaskan pada Journalist Harian Pelita News, selasa ( 16/11/21 ) bahwa pihaknya akan mendorong 12 rumah sakit di kabupaten tersebut untuk turut andil dalam menyukseskan program Keluarga Berencana ( KB )
Pihak unit layanan kesehatan yang sudah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), baru Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), tandasnya.
” Selanjutnya, Rumah Sakit Paru Sidawangi dan Rumah Sakit Sumber Waras yang siap untuk bekerja sama dengan kami. Kami harapkan 12 rumah sakit bisa kerjasama juga ” harap Hj. Eni Suhaeni.
Hadirnya rumah sakit dalam program keluarga berencana ini, diharapkan masyarakat yang ingin mengatahui program tersebut atau yang membutuhkan alat kontrasepsi akan lebih mudah.
” Saya khawatir kalau pemahaman masyarakat kurang soal keluarga berencana, 5 sampai 10 tahun mendatang akan terjadi ledakan penduduk ” tutupnya.
Dalam rapat tersebut, hadir pula Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dr. Bambang Sumardi dan inspektur dari Inspektorat Iyan Ediyana. ( Nurzaman )















