Cirebon, PN
Hari ini, Selasa (23/8) Pemerintah Desa Cilengkrang, Kecamatan Pasaleman tengah terus berupaya mempercepat realisasi program ketahanan pangan, salah satunya yakni dengan memberikan ruang bagi para petani. Sedikitnya, 25 petani di Desa Cilengkrang di undang oleh pemerintah desa setempat untuk dapat mengikuti Lelang terbuka Tahun 2022/2023 atas tanah titisara (aset pemerintah desa) seluas 3 hektare. Lelang terbuka juga dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemdes Cilengkrang dalam transparansi dan keterbukaan terkait aset atau kekayaan milik pemerintah desa serta sebagai upaya penertiban administrasi pertanahan.
Kuwu Cilengkrang, Edo Suhardi mengatakan, pihaknya sengaja mengundang 25 petani warga desanya untuk dapat ikut serta pelelangan tanah titisara Tahun 2022/2023 seluas 3 hektare. Dimana untuk hasil lelang terbuka tersebut nantinya akan masuk pada Pendapatan Asli Desa (PADes). Selain itu, upaya keras Pemdes Cilengkrang dalam menaikkan PADes tentunya juga untuk mensejahterakan masyarakat melalui sektor pertanian. “Lelang terbuka titisara ini juga semata – mata untuk lebih tertib administrasi. Dan kedepannya hasil lelang tanah titisara ini juga dapat digunakan untuk kegiatan pemerintahan desa maupun kelompok tani (Gapoktan) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,“ terangnya.
Dijelaskan Edo, untuk harga lelangan tanah titisara di Desa Cilengkrang sendiri sebesar Rp 3 juta per 1 hektar Periode Tahun 2022/ 2023. Sehingga hari ini pihaknya akan bermusyawarah dalam lelangan tanah titisara 3 hektar tersebut yang akan dipergunakan untuk para petani palawija dan petani tebu. Pemdes Cilengkrang berkeyakinan dan optimis dapat membantu perekonomian petani dalam program ketahanan pangan desa, bahkan pihaknya pun kedepan akan segera membentuk kepengurusan Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) untuk upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian. “Pemdes Cilengkrang berharap kedepannya nanti para petani di Desa Cilengkrang bisa menjadi petani milenial,“ imbuhnya. (Ded/Ries)















