Pelita News, Cirebon Timur
Dalam rangka perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) secara swakelola, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air / Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS-CC) mengadakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau P3-TGAI. Demi kelancaran program tersebut, Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS-CC pasalnya telah melaksanakan pelatihan tenaga pendamping masyarakat (TPM) program percepatan peningkatan tata guna air irigasi. Hari ini, kegiatan di maksud pasalnya tengah berjalan dan tengah dilaksanakan pekerjaannya di beberapa desa di wilayah Kecamatan Susukanlebak, tak terkecuali di Desa Susukantonggoh, Senin (15/5).
Berdasarkan pantauan Pelita News, Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dengan pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi yang kini tengah dilaksanakan P3A Mitra Cai Sutong Jaya berlokasi di Cikole Desa Susukantonggoh dengan sumber dana dari APBN sebesar Rp 195.000.000,- dalam waktu pelaksanaan 90 hari kalender. Adapun untuk pelaksanaan P3-TGAI dilakukan secara Swakelola atau tidak dilaksanakan pihak ketiga / tidak dikontraktualkan.
Kasi Kesejahteraan Desa Susukantonggoh, Abdul Syukur mengatakan, perbaikan irigasi yang dilakukan oleh P3A Mitra Cai Sutong Jaya tentunya tidak lain untuk mengembalikan fungsi saluran atau bangunan irigasi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memahami tugas dan tanggung jawab serta partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan perbaikan dan peningkatan Jaringan Irigasi. Menurutnya, P3-TGAI ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan petani serta produktivitas pertanian melalui penambahan luasan lahan yang bisa teraliri air. Selain itu, melalui pengerjaan proyek dengan padat karya ini diharapkan juga mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. “Alhamdulillah sejauh ini partisipasi masyarakat petani sangat baik dan semoga hasilnya nanti dapat dirasakan langsung oleh para petani dalam upaya peningkatan hasil pertanian,“ terangnya. (Ries)















