Cirebon Pelita News– Sebagai wujud nyata implementasi proyek kepemimpinan dalam dunia pendidikan, mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar kegiatan bertajuk “Kegiatan Inovasi Pembuatan Giant Organza Flowers dan Sosialisasi Pembuatan Dragon Sauce” bersama PKK Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, pada hari Minggu, 9 Maret 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi keterampilan kreatif sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan, melalui ide-ide produktif berbasis kearifan lokal.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Kedungjaya dan dihadiri lebih dari 20 peserta yang merupakan anggota aktif PKK. Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan, memperlihatkan keinginan besar mereka untuk mempelajari keterampilan baru yang dapat membuka peluang usaha.
Acara ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh mahasiswa PPG UGJ, yaitu Aslamiah, Siti Maryam, Dewi Lestari, Esti Widyarningsih, Aniq Amalia, Siska Merry Chrismayanti, Lafifa Hartri, Maulidiawati, dan Gabryela Aritonang, yang berperan aktif tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penggerak semangat inovasi di tengah masyarakat.
Sesi Pertama: Sosialisasi Pembuatan Dragon Sauce
Dalam sesi pertama, para peserta diajak untuk sosialisasi pembuatan Dragon Sauce — saus pedas bercita rasa khas yang dapat menjadi produk kuliner inovatif di wilayah Kedungjaya.
Mahasiswa memperagakan proses pembuatan mulai dari pemilihan cabai lokal berkualitas, teknik memasak untuk menjaga rasa dan aroma, hingga tips pengemasan produk agar menarik pembeli. Peserta tidak hanya mencatat teori, tetapi juga berkesempatan untuk mencicipi langsung Dragon Sauce buatan mereka.
Pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha mikro baru di bidang makanan olahan khas daerah.
Sesi Kedua: Pelatihan Giant Organza Flowers
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu para peserta diajak untuk membuat Giant Organza Flowers — bunga dekoratif berukuran besar yang populer digunakan dalam acara pernikahan, perayaan, hingga dekorasi ruang publik.
Mahasiswa memberikan tutorial pembuatan secara bertahap, mulai dari pemilihan bahan seperti kain organza, penyusunan kawat penyangga, hingga teknik merangkai kelopak bunga. Tidak hanya praktik, peserta juga diberikan tips desain dan pewarnaan agar produk menjadi lebih menarik dan berdaya jual tinggi.
Hasil kreasi peserta menunjukkan kreativitas luar biasa. Banyak dari ibu-ibu PKK yang mengungkapkan ketertarikan untuk menjadikan keterampilan ini sebagai peluang bisnis dekorasi rumahan.
Dukungan dan Antusiasme Masyarakat
Ketua PKK Kedungjaya, dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif mahasiswa PPG UGJ.
> “Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga membuka wawasan kami tentang peluang usaha kreatif di desa,” ujar beliau.
Salah satu peserta, Bu Windu selaku RW, juga menyatakan kegembiraannya:
> “Bikin bunga organza ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Saya jadi punya ide untuk mencoba jualan dekorasi di acara hajatan,” tuturnya.
Implementasi Nilai Kepemimpinan
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PPG tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga berupaya membangun kontribusi nyata di masyarakat. Nilai-nilai kepemimpinan seperti kolaborasi, kreativitas, pemberdayaan, dan inovasi sangat terasa dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa PPG UGJ berusaha membangun budaya produktif, kreatif, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa, sejalan dengan visi pengembangan pendidikan berbasis kemasyarakatan.
Dengan semangat berbagi dan memberdayakan, kegiatan inovasi pembuatan Giant Organza Flowers dan Dragon Sauce ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya usaha-usaha kreatif baru di Desa Kedungjaya, serta mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan masyarakat.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan contoh konkret bagi implementasi Proyek Kepemimpinan PPG di masa mendatang.(*)















