Pelita News, Indramayu – Yayasan LPK Kaina Indonesia hingga Desember 2023 telah memberangkatkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Jepang sebanyak 3.000 orang. Mereka telah ditempatkan hampir di seluruh wilayah Negeri Sakura tersebut.
Pimpinan Yayasan LPK Kaina Indonesia, Indramayu, Teguh Adi Kusuma Putra mengatakan LPK Kaina Indonesia kantor pusatnya ada Di Desa Dermayu Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dan tidak membuka cabang dimanapun.
Yayasan tersebut kata dia, didirikan sejak sejak 2016 – 2023 dan genap berusia 7 tahun. Sejak didirikan hingga saat ini pihaknya hanya memberangkatkan CPMI ke Jepang.
“Sejak didirikan hingga saat ini kami telah memberangkatkan sekira 3.000 CPMI ke Jepang. Dari 3.000 CPMI itu 90 persennya adalah warga Indramayu,” kata Teguh usai peringatan Hari Pekerja Migran Internasional 2023 di Aula Nyi Endang Dharma Ayu Unwir, Indramayu, Kamis (14/12/2023).
Ia menegaskan, CPMI merupakan asset negara yang harus dipertahankan oleh karenanya persiapan-persiapan mereka untuk berangkat ke luar negeri harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar ketika nanti mereka bekerja di negara penempatan bisa tenang dan nyaman.
Dikatakan, total siswa LPK Kaina Indonesia sekira 800 orang, adapun kontrak kerja antara 3-5 tahun. Sementara untuk biaya pendidikan hingga penempatan mengacu kepada peraturan pemerintah artinya menyesuaikan dengan kemampuan.
“CPMI agar mempersiapkan diri sebelum berangkat ke luar negeri, mengerti tentang alur dan prosesnya sehingga ketika mereka bekerja di Jepang bisa dengan nyaman dan aman,” pesan dia.
Bertepatan dengan peringatan Hari Pekerja Migran Internasional tingkat Kabupaten Indramayu tahun 2023 pihaknya memberikan penghargaan kepada Bupati Indramayu, Nina Agustina karena dia sebagai kepala daerah yang sangat peduli terhadap CPMI.
“Kami memberikan tiga penghargaan kepada Bupati Indramayu yakni kepala daerah yang peduli terhadap perlindungan pekerja migran khususnya pemagang ke Jepang, kepala daerah yang peduli terhadap perlindungan CPMI di Jepang dan kepala daerah yang peduli dengan kegiatan pelatihan tenaga kerja magang di Omura Jepang,” ucapnya. (saprorudin)















