Pelita News | Cirebon Timur – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sigong Sejahtera Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang mengambil langkah strategis dengan mengembangkan lini usahanya di bidang peternakan kambing, Ayam KUB dan ikan lele. Proyek dengan nilai anggaran 180 juta ini merupakan bagian dari peluang usaha dalam mensukseskan program ketahanan pangan nasional.
Kuwu Desa Sigong, Sumarso mengungkapkan, pengembangan usaha BUMDes pada bidang peternakan kambing ini merupakan bagian dari langkah besar untuk mendiversifikasi ekonomi lokal sekaligus upaya memberdayakan masyarakat setempat. Badan Usaha Milik Desa memahami potensi besar di sektor peternakan kambing, sebagai sumber pendapatan tambahan bagi penduduk desa.
“Proyek peternakan kambing ini bukan hanya sekadar menambah populasi hewan di desa, tetapi juga akan dapat menciptakan peluang ekonomi baru. Selain menciptakan lapangan kerja baru, kami juga berharap dapat memberikan pemahaman tentang praktik pertanian yang berkelanjutan dengan pemanfaatan pupuk organik. Ini adalah langkah penting menuju pertanian yang ramah lingkungan dan produktif.” ungkapnya.
Sumarso pun mengatakan, BUMDes dapat mengembangkan peternakan kambing sebagai salah satu sumber pendapatan desa. Peternakan kambing di bawah pengelolaan BUMDes akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa, seperti peningkatan hasil panen, dan ketahanan pangan.
“Manfaat ternak kambing ini tentunya dalam penjualan kambing dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan BUMDes, selain itu dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi warga desa, baik yang terlibat langsung dalam peternakan maupun yang menyediakan kebutuhan pakan dan perawatan,“ pungkasnya.
Selanjutnya, BUMDes Sigong Sejahtera melakukan pengembangan peternakan Ayam KUB atau Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan adalah ayam hasil riset dari persilangan berbagai ayam kampung yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).
“Jenis ayam ini memiliki banyak keunggulan. Satu ekor KUB punya produktivitas untuk menghasilkan telur sampai dengan 180 butir per tahunnya. Jumlah ini terbilang banyak jika dibandingkan dengan produktivitas ayam kampung biasa yang menghasilkan 50-100 butir telur saja tiap tahunnya,“ terang Sumarso , Kamis (5/6/2025).
Tidak hanya itu saja, Sumarso kembali menjelaskan jika bobot jenis ayam ini dapat hasilkan 800-1000 gr dalam kurun waktu pemeliharaan 10 minggu.
“Pertumbuhan bobot ini terbilang cepat jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa yang umumnya mencapai bobot 1 kilogram dalam 12 minggu. Selain itu, ayam KUB bisa mencapai bobot maksimal dalam 16 – 20 minggu saja,“ paparnya.
Selain kambing dan ayam KUB, BUMDes Sigong Sejahtera juga mengembangkan peternakan ikan lele. Prospek budidaya ikan lele ini sangat menjanjikan, dengan potensi pasar yang luas dan permintaan yang terus meningkat. Lele merupakan ikan konsumsi yang populer di masyarakat, dengan pangsa pasar yang besar.
“Lele salah satu jenis ikan yang banyak disukai oleh masyarakat, baik untuk konsumsi langsung maupun untuk bahan baku olahan makanan. Lele juga relatif mudah dibudidayakan dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, sehingga cocok untuk pemula maupun pembudidaya berpengalaman,“ ujarnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan jika ikan lele memiliki siklus panen yang relatif lebih cepat, sehingga dapat menghasilkan keuntungan dalam waktu yang lebih singkat. Bahkan untuk memulai budidaya lele ini dibutuhkan modal yang relatif terjangkau, sehingga cocok untuk usaha skala kecil hingga besar.
“Lele mudah dipasarkan, baik secara langsung maupun melalui berbagai saluran pemasaran, seperti pasar tradisional, restoran, hingga pasar online. Dengan pemeliharaan yang baik dan manajemen yang tepat, budidaya lele dapat memberikan keuntungan yang cukup signifikan,“ jelasnya. @Ries















