Pelita News, Indramayu – Kasus dugaan malapraktik RSUD MA Sentot Kabupaten Indramayu hingga ibu dan bayi saat proses persalinan meninggal dunia sudah dilaporkan keluarga korban ke Polres Indramayu.
Hal itu dibenarkan Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar. Dikatakan, suami dan ayah korban melaporkan adanya dugaan malapraktik terkait penanganan persalinan istrinya (almarhum) di rumah sakit tersebut pada Selasa (19/12/2023) kemarin.
“Kami akan melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan, dan Kepolisian akan bertindak berdasarkan alat bukti yang terkumpul. Kita lihat nanti apakah ada unsur pidananya atau tidak, tentunya ini berdasarkan alat bukti yang akan kita kumpulkan,” kata Fahri didampingi Kasat Reskrim AKP Hillal Adi Imawan, di Mapolres setempat, Kamis (21/121/2023).
Menurutnya, dalam waktu dekat, Satreskrim Polres Indramayu akan memanggil pihak RSUD Pantura MA Sentot Patrol Kabupaten Indramayu. Termasuk memanggil saksi ahli. Mereka akan dimintai keterangan terkait prosedur penanganan persalinan.
Untuk menentukan apakah dalam perkara tersebut terdapat unsur tindak pidana atau tidak, sambungnya. Pihaknya sebelumnya akan mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi terkait.
“Dari hasil keterangan yang kami peroleh, sampai saat ini kami akan melakukan proses pengumpulan alat bukti serta pemeriksaan saksi-saksi. Minggu depan akan memanggil para saksi, termasuk pihak UPTD, Bidan yang menangani dan juga saksi ahli, terkait prosedur penangan persalinan di Rumah Sakit,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dari hasil laporan pihak keluarga, dugaan malapraktik tersebut terkait dengan Pasal 359 tentang kesalahan yang menyebabkan orang lain meninggal.
“Berdasarkan keterangan kepada kami, dugaan malapraktik ini dikarenakan ada kelalaian pada saat penanganan persalinan. Maka yang dilaporkan oleh pelapor dugaan pengenaan Pasal 359 KUHP,” jelasnya.
Seperti diketahui, video viral dugaan malapraktik di RSUD Pantura MA Sentot Patrol, Indramayu, terjadi pada Selasa (19/12/2023) malam. Dalam video berdurasi 21 menit 16 detik itu pengunggah memperlihatkan kondisi korban dan anaknya telah meninggal setelah menjalani persalinan. (saprorudin)















