Pelita News | Cirebon Timur – Kondisi jalan rusak parah di ruas Jalan Raya Kanci–Sindanglaut kembali menuai sorotan tajam. Ironisnya, jalan berlubang dan bergelombang tersebut berada persis di depan SMA Negeri 1 Astanajapura dan SMP Negeri 1 Astanajapura, Kabupaten Cirebon yang setiap hari dilalui ratusan pelajar.
Sorotan keras datang dari Aktivis Cirebon Timur, Adi Rohadi, yang akrab disapa Babon. Ia menilai kerusakan jalan di jalur vital tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan sudah menjadi ancaman langsung terhadap keselamatan publik, khususnya para pelajar.
“Ini sangat ironis. Jalan rusak dan berlubang tepat di depan sekolah. Setiap pagi dan siang siswa-siswi melintas, belum lagi kendaraan umum dan truk besar. Kalau sampai ada korban, siapa yang mau bertanggung jawab?” tegas Babon, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang, kerap tergenang air saat hujan, serta minimnya rambu peringatan sangat membahayakan pengguna jalan. Tak jarang pengendara sepeda motor harus bermanuver zig-zag untuk menghindari lubang, yang justru meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah.
Babon juga mempertanyakan kepekaan dan pengawasan pemerintah daerah terhadap fasilitas publik yang berada di kawasan pendidikan. Ia menilai, kerusakan jalan di depan sekolah seharusnya menjadi prioritas utama penanganan, bukan justru dibiarkan berlarut-larut.
“Ini jalur utama, dan letaknya di depan sekolah. Jangan tunggu viral, jangan tunggu ada korban jiwa baru sibuk tambal sulam. Pemerintah harus hadir sebelum tragedi terjadi,” ujarnya dengan nada geram.
Lebih lanjut, Babon menduga lemahnya perawatan rutin serta buruknya kualitas pekerjaan jalan menjadi penyebab kerusakan yang terus berulang dari tahun ke tahun. Ia meminta agar instansi terkait tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi melakukan perbaikan menyeluruh, terukur, dan berkualitas, agar jalan tidak cepat rusak kembali.
“Kalau tiap tahun rusak dan tiap tahun diperbaiki, patut dipertanyakan kualitas pekerjaan serta pengawasannya. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi,” tandasnya.
Selain itu, Babon juga mendorong anggota legislatif Kabupaten Cirebon dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII untuk turun langsung ke lapangan, melihat kondisi riil, serta mengambil langkah konkret agar persoalan jalan rusak tersebut segera mendapat solusi nyata.
Ia mengajak masyarakat, khususnya orang tua siswa dan pengguna jalan, untuk ikut bersuara dan mendesak pemerintah agar segera bertindak. Menurutnya, keselamatan pelajar memang menjadi tanggung jawab bersama, namun negara tidak boleh lepas tangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai rencana perbaikan jalan tersebut. Masyarakat berharap, kritik dan sorotan dari aktivis ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah agar segera turun tangan sebelum kerusakan jalan tersebut benar-benar memakan korban lebih banyak lagi. @Ries















