
Pelita News, Cirebon Timur
Hancurnya jalan raya Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang yang tak bedanya bak kubangan kerbau telah berlangsung bertahun-tahun lamanya tanpa adanya perhatian khusus dari pihak berwenang. Padahal jalan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon tersebut merupakan akses Vital bagi masyarakat umum sebagai penghubung Wilayah Kecamatan Lemahabang – Kecamatan Greged – Kecamatan Beber. Jalan yang sudah sangat tidak layak ini bahkan telah banyak memakan korban laka lantas, tentunya hal ini menjadi keresahan dan ketidak nyamanan bagi warga Desa Cipeujeuh Kulon serta warga pengguna akses jalan raya tersebut. Sebelumnya, pada Maret 2023 lalu, jalan raya Desa Cipeujeuh Kulon pernah dilakukan perbaikan melalui dana pribadi Jiwu Lili Mashuri bersama swadaya masyarakat dengan cara tambal sulam menggunakan adukan semen dan pasir.
Hari ini, puncak kekesalan bercampur rasa khawatir warga masyarakat Cipeujeuh Kulon kembali melakukan gerakan gotong royong memperbaiki jalan yang hancur menggunakan Scrapping dengan menutup lubang – lubang besar dalam upaya meminimalisir angka kecelakaan dan demi kenyamanan para pengguna jalan. Kegiatan perbaikan ini lagi – lagi menggunakan dana pribadi Jiwu Lili Mashuri sapaan akrab Kuwu Desa Cipeujeuh Kulon bersama swadaya warga masyarakat Desa Cipeujeuh Kulon sebagai bentuk kepedulian akan kepentingan dan keselamatan warga masyarakat umum, Minggu (24/12). Pantauan Pelita News, Praktis jalan raya Desa Cipeujeuh Kulon menuju Desa Belawa ditutup sementara dan mengalami antrian panjang pada pengalihan arus lalu lintas. Namun demikian banyak pengguna jalan raya memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih atas swadaya yang dilakukan Kuwu Desa Cipeujeuh Kulon bersama warga masyarakatnya untuk kepentingan masyarakat umum.
Disela kegiatan gotong royong berlangsung, Jiwu Lili Mashuri mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat Desa Cipeujeuh Kulon yang telah berkenan dan meluangkan waktunya untuk bersama – sama bergotong royong melakukan perbaikan jalan raya Desa Cipeujeuh Kulon. Mengingat selama ini sudah tidak terhitung jumlah kendaraan terutama pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat terjebak lubang tersebut. “Lubangnya sudah lebar dan dalam, bahkan sudah banyak pengendara sepeda motor yang menjadi korban karena banyaknya lubang di sepanjang jalan raya Desa Cipeujeuh Kulon. Ini sudah sangat membahayakan dan sangat mengkhawatirkan jika di diamkan berlarut-larut,“ cetusnya.
Jiwu Lili pun meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon dapat melihat kondisi seperti ini dengan hati nurani dan jangan memberikan kesan tutup mata. Kondisi jalan raya Desa Cipeujeuh Kulon bertahun lamanya hancur dan tidak tersentuh perhatian dengan bukti nyata. Alhasil, dengan rasa kecemasan dan kekesalan, warga masyarakat sepakat untuk melakukan kembali perbaikan yang kesekian kalinya. Karena jika harus menunggu penanganan dari Pemda Kabupaten Cirebon, tentunya harus menunggu proses yang lama lagi dan semakin mengkhawatirkan berapa banyak korban lagi yang harus mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang sudah rusak berat ini. “Sementara aktifitas masyarakat melintasi sarana jalan vital ini setiap hari tetap berlangsung, maka tidak ada pilihan lagi bagi kami untuk kembali memperbaiki jalan yang sebetulnya bukan merupakan tanggungjawab warga dan pemerintah desa,“ pungkasnya. (Ries)















