Pelita News | Cirebon Timur — Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) mulai rencanakan membangun titik nol kilometer di koordinat yang terletak di wilayah Kecamatan Karangsembung yang digadang-gadang bakal menjadi ibukota atau pusat Pemerintahan Kabupaten Cirebon Timur mendatang.
Pemekaran Kabupaten Cirebon Timur ini pasalnya sudah diketuk palu atau disetujui oleh DPRD Jawa Barat pada 10 September 2025 lalu. Sebanyak 16 kecamatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon menyetujui bergabung di Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Cirebon Timur. Pemekaran ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mempercepat pelayanan publik yang lebih dekat dan efektif serta upaya pemerataan pembangunan.
Selain itu, pemekaran ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah melalui pengembangan potensi sumber daya alam dan pariwisata
Ketua FCTM, KH Taufikurrahman Yasin mengatakan, perjuangan FCTM terus menunjukkan progres yang sangat signifikan menuju cita-cita pembentukan Kabupaten Cirebon Timur. FCTM terus konsisten berjuang menuju percepatan pemekaran.
“Alhamdulillah, hari ini baru saja kita adakan halal bihalal dan progresnya banyak yang sudah tercapai,“ katanya di sela usai acara Halal Bihalal yang berlangsung di Karangsembung, Minggu (12/4/2026).
Ia menegaskan, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah tidak ada lagi hambatan terhadap usulan pemekaran wilayah Kabupaten Cirebon. Selanjutnya, FCTM akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan juga komunikasi politik. Hal ini guna mendorong proses percepatan pembentukan Kabupaten Cirebon Timur segera terealisasi.
“Dalam waktu dekat, kami akan membangun tugu nol kilometer yang terletak di wilayah Kecamatan Karangsembung sebagai bagian dari progres perjuangan menuju pembentukan Kabupaten Cirebon Timur,“ ujar Taufik.
Taufik mengingatkan, bahwa wilayah timur Kabupaten Cirebon tidak sedikit perusahaan yang telah berdiri, tentunya memerlukan suasana yang kondusif bagi investor. Ia menekankan pentingnya jalinan komunikasi yang baik agar perusahaan – perusahaan industri dan dunia usaha lainnya di wilayah Cirebon Timur tetap aman demi kesejahteraan masyarakat.
“Pengusaha yang ada di wilayah timur butuh kenyamanan saat berinvestasi, maka ketika nanti Kabupaten Cirebon Timur terbentuk harus terus kondusif dan dijaga bersama,“ imbuhnya.
Lebih lanjut Taufik menyebutkan, komunikasi politik dengan elit nasional dan pemegang kebijakan menjadi kunci utama agar aspirasi masyarakat Cirebon Timur dapat terwujud. Salah satunya dengan para Anggota DPR RI Dapil Jabar VIII (Cirebon–Indramayu).
“Kami optimis, tidak ada yang tidak mungkin. Dengan sinergi politik yang baik, harapan Cirebon Timur untuk menjadi Daerah Otonom Baru pasti bisa segera terwujud,“ pungkasnya. @Ries















