Pelita News Kabupaten Cirebon

Pelaksanaan kegiatan pengaspalan jalan di Blok Ketileng Desa Bodesari Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon yang bersumber anggaran dari Bantuan Provinsi Jawa Barat (Banprov) tahun anggaran 2024 diduga kuat kurang maksimal, pasalnya pengaspalan jalan tersebut diduga banyak badan jalan yang sudah mulai mengelupas, padahal pembangunan tersebut diduga baru selesai pada Senin (10/10).

Tak hanya itu, terlihat dari hasil video yang telah berhasil didokumentasikan hanya dengan tangan kosong aspal tersebut mudah terkelupas, bahkan pada saat itu terdapat badan jalan yang telah di aspal nampak pecah, sehingga kualitas dari hasil pekerjaan juga patut dipertanyakan.
Bahkan hasil tangkap kamera (foto red) terdapat hasil pekerjaan yang diduga kuat terkondisi sangat memprihatinkan, terlihat dari hasil tangkap kamera bahwa hasil pekerjaan pengaspalan jalan blok Ketileng sudah terkelupas, dan hingga saat itu juga kondisi tersebut masih dibiarkan.
Perlu diketahui bahwa pengaspalan jalan blok Ketileng Desa Bodesari Kecamatan Plumbon menelan anggaran sebesar Rp. 78.500.000 dan diperuntukkan untuk jalan tersebut dengan volume 856,50 M², namun ketika diduga jalan tersebut dengan volume yang cukup panjang dan diduga kualitas pekerjaannya kurang maksimal seharusnya yang diutamakan kualitas bukan kuantitas.
Ketika hendak dikonfirmasi Surana Kuwu Desa Bodesari Selasa (11/06) Surana terkesan menghindar dan enggan menemui, bahkan ketika ditunggu untuk kedatangannya kembali ke Balai Desa Bodesari saat itu, Surana diduga kuat lari dari pertanyaan atas pelaksanaan kegiatan pengaspalan jalan blok Ketileng.(Sur)















