Pelita News | Cirebon Timur — Dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sedong Kidul, Sedong 002 yang baru diresmikan Sabtu (11/4/2026) lalu, hari ini Senin (20/4/2026) resmi beroperasi dan melakukan launching perdana dengan mendistribusikan sebanyak 1.055 porsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SPPG Sedong Kidul, Sedong 002, Papy Michael Napu, SH menegaskan pihaknya berkomitmen penuh menjalankan program makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai Pedoman dan Petunjuk Teknis (Juknis) Badan Gizi Nasional (BGN). Komitmen tersebut meliputi standar mutu bahan pangan, proses pengolahan, takaran gizi, hingga mekanisme distribusi tepat sasaran.
“Sejak proses awal sampai hari ini beroperasi, semua tahapan kami pastikan patuh Juknis BGN. Mulai dari sertifikasi juru masak, standar dapur, SOP higiene sanitasi, sampai pencatatan dan pelaporan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia mengungkapkan, pendistribusian perdana program MBG ini menyasar peserta didik TK Pertiwi dan SMK Bina Bangsa Sedong. Selian itu, pendistribusian paket MBG juga menyasar kelompok rentan Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-Paud (B3) Desa Sedong Lor yang terdata di posyandu desa setempat.
“Total ada 1.055 porsi yang kami salurkan hari ini. Menu disusun tim ahli gizi dan sudah dihitung sesuai kandungan gizinya,” kata Papy Michael Napu.
Adapun Menu Perdana ini, Papy Michael Napu menjelaskan, diantaranya meliputi Nasi Kuning, Telur Dadar Iris, Tempe Oreg, Tumis Sawi Putih Wortel, dan buah Kelengkeng. Dari total produksi, disiapkan 1.055 porsi dengan dua takaran gizi berbeda sesuai kelompok usia penerima.
“Porsi kecil untuk anak TK Pertiwi, dan balita. Porsi besar untuk peserta didik SMK Bina Bangsa serta bumil, dan ibu menyusui. Jadi takaran gizinya sudah disesuaikan dengan Juknis BGN,” jelasnya.
Sebagai wujud komitmen, SPPG Sedong Kidul, Sedong 002 membuka ruang pengawasan dan pendampingan dari lintas sektoral seperti Puskesmas Sedong, Dinkes Kabupaten Cirebon, Forkopimcam Sedong, maupun BGN. Evaluasi akan dilakukan berkala untuk memastikan kualitas menu, ketepatan sasaran, dan dampak program terhadap status gizi penerima manfaat.
“Kami tidak mau sekadar bagi makanan. Target kami jelas turunkan stunting, tingkatkan gizi anak dan ibu. Karena itu kepatuhan pada pedoman dan Juknis BGN,” tegas Papy Michael Napu. @Ries















