Pelita News | Cirebon Timur – BUMDes Pancur Jaya, Desa Jatipancur, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon sukses melaksanakan panen jagung pipil yang telah ditanam pada September 2025 lalu di atas lahan seluas 1 hektar. Senin (19/1/2026). Pada panen perdana ini, turut hadir Kapolsek Beber beserta jajaran, Danramil Beber beserta jalan, Kuwu Jatipancur beserta perangkat desa dan para petani setempat kompak ikut serta memanen jagung pipil.
Jagung pipil merupakan jenis jagung yang dipanen tua atau biji keras, umumnya dipanen setelah umur lebih dari 100 HST. Pengembangan dan penanaman jagung pipil paling besar dibandingkan jenis jagung lainnya. Hal ini karena kebutuhan jagung pipil sangat besar, pemanfaatannya luas dan berskala industri.
Ketua BUMDes Pancur Jaya, Desa Jatipancur, Maladi mengatakan, kegiatan panen ini sebagai bukti dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Panen jagung pipil ini menjadi bukti nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan.
“Kami berharap masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan lahan produktif secara optimal. Kami akan terus mendorong program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Ia berharap hasil panen ini mendapatkan harga yang baik di pasaran. Bahkan ia optimis program ini dapat membuat masyarakat di desa bisa lebih sejahtera dan dapat dilakukan pengembangan di dunia peternakan. Mengingat jagung pipil adalah pakan hewan unggas, sehingga tidak lagi bergantung kepada negara lain untuk memenuhi pasokan pakan ternak.
“Penanaman jagung pipil ini merupakan langkah strategis dalam memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” kata Maladi.
Penanaman jagung pipil memiliki beberapa tujuan. Diantaranya meningkatkan produksi pangan, memperbanyak sumber pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung ekonomi desa, meningkatkan pendapatan petani melalui penjualan hasil pertanian, mendorong ketahanan pangan serta mengurangi ketergantungan pada pangan impor dan meningkatkan kemandirian pangan desa. @Ries















