Indramayu.PN
Pekerja migran Indonesia (PMI) dan calon pekerja migran (CPMI) pada Layanan terpadu satu atap (ltsa) Dinas tenaga kerja kabupaten Indramayu melakukan kegiatan Vaksinasi ke 2 secara gratis yang diselenggarakan oleh Badan penempatan pekerja migran Indonesia (BP2MI) Jum’at (29/10)
PMI dan CPMI melakukan vaksin ke dua , hal ini sebagai tindak lanjut pemberian vaksin pertama yang dilakukan beberapa waktu lalu di kantor LTSA Dinas tenaga kerja kabupaten Indramayu, berdasarkan pantauan Harian PleitaNews dilokasi Vaksinasi : para PMI dan CPMI sangat antusias untuk melakukan vaksin kedua, para petugas vaksin dari dinas kesehatan Indramayu memberikan pelayanan terbaik kepada PMI/CPMI yang akan melakukan vaksin kedua sesuai aturan .
Menurut penanggung jawab atau kordinator dari BP2MI , LTSA Indramayu, Anisa Nurul Ayuningsih, pemberian vaksin pada hari ini merupakan tindak lanjut atas pelaksanan pemberian vaksin pertama yang jumlahnya mencapai 134 orang , namun pada pelaksanaannya saat pemberian vaksin pertama yang datang hanya 105 orang, itupun dari CPMI dan PMI hanya 99 orang yang hadir, sedangkan 6 orang lainnya adalah diluar PMI/CPMI .
Lebih lanjut Anisah menjelaskan, untuk peleksanaan pemberian vaksin tahap kedua merupakan vaksin lanjutan , yakni ada 99 orang, akan tetapi setelah dihubungi masing masing yang bersangkutan hanya 80 0rang yang menyatakan hadir dan atau kesiapan melakukan vaksin kedua. ” Setelah kami hubungi sesuai data dari 99 PMI/CPMI yang bersedia hanya 80 orang” ujar Anisa .
Menurut rencana pemberian vaksin kedua ini akan dihadiri oleh ketua BP2MI Benny Ramdany , kebetulan belaiu saat ini sedang ada di Bandung, sehingga tugas ini dipercayakan kepada petugas bp2mi yang ada di Indramayu sebagai penanggung jawab kegiatan. Antisias para PMI/CPMI cukup baik , sehingga baru dilaksnakan beberapa waktu saja hampir selesai,
Anisa menambahkan, dari sekian yang melaksnakan vaksin kedua ada 6 orang yang ditolak karena pada saat vaksin pertama menggunakan vaksin sinofak , sehingga oleh petugas disarankan harus menggunakan vaksin yang sama ” kami berharap pemberian vaksin kedua ini tidak ada kendala “pungkas Anisa .(Duliman)















