Pelita News | Cirebon Timur — Pasca diterjang banjir beberapa waktu lalu, kondisi bendungan karet Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon kini mengalami masalah serius. Mengingat musim kemarau segera tiba, warga khawatir ratusan lahan pertanian terancam rusak dan gagal panen karena masuknya air asin ke aliran sungai yang mengairi lahan persawahan.
Kuwu Desa Tawangsari, Rojiki mengakui sudah seringkali mendapat keluhan dari masyarakat atas kondisi bendungan karet Tawangsari yang tengah mengalami kerusakan. Sehingga kerja bendungan karet saat ini tidak bisa maksimal, kekhawatiran ini lantaran musim kemarau akan segera tiba.
“Jika ini tak kunjung diperbaiki, dikhawatirkan air asin dari laut tidak bisa terbendung dan masuk ke aliran sungai. Kekhawatiran warga ini karena sebentar lagi tiba musim kemarau, khawatirnya air laut masuk saat pasang,“ ungkapnya.
Menurutnya, kondisi bendung karet Tawangsari sendiri sebenarnya tidak mengalami rusak total, namun ada kendala pada bagian sambungan pintu yang mengalami sobek, akibatnya pintu bendungan tidak dapat berfungsi normal.
Sejauh ini pihaknya sudah melakukan laporan ke BBWS Cimancis, bahkan tim dari BBWS Cimancis pun sudah melakukan survei ke lokasi bendungan karet.
“Kalau sekarang diperbaiki harus bikin pengelak atau kisdam dulu, namun sepertinya belum mungkin dilakukan saat ini karena air sungai masih besar,“ terang Rojiki.
Bila sampai kemarau tak kunjung dilakukan perbaikan, Rojiki memastikan ratusan lahan sawah yang ada di Losari Jawa Barat dan Losari Jawa Tengah terancam gagal panen akibat air asin. Selain itu, disini juga terdapat WTP untuk kebutuhan air baku PDAM, jika bendungan rusak tentunya akan mengalami gangguan distribusi air PDAM kepada masyarakat karena air PDAM pun terancam asin.
“Masyarakat berharap segera dilakukan perbaikan secepatnya, jangan sampai air asin bocor masuk ke sawah dan menggagalkan panen,“ pungkasnya. Rabu (25/02/26). @Ries















