Pelita News, Indramayu – Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) cabang Indramayu, membagikan 1000 bendera merah putih ke pengguna jalan, Selasa (15/8/2023). Pembagian bendera merah putih di simpang lima Indramayu itu dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia.
Selain membagikan bendera merah putih, komunitas fotografi ini juga menggelar diskusi fotografi di gedung BLK Disnaker, melakukan hunting model kemerdekaan di Tugu Perjuangan. Adapun tema modelnya meliputi, 1. Gown Malam, 2. Slim Drass, 3. BatikTradisional, Karakter / Karnaval dan 5. Ball Gown
Ketua AFPI Cabang Indramayu, Abdul Syukur, mengatakan kegiatan pembagian bendera merah putih ke pengguna jalan itu merupakan momen menyemarakan HUT Kemerdekaan ke-78 RI. Muaranya kata dia mencoba menanamkan kembali rasa nasionalisme dan cinta tanah air karena menurutnya kemerdekaan itu bukan datang secara tiba-tiba tetapi dibutuhkan perjuangan panjang dan berliku.
“Selain membagikan 1000 bendera merah putih bagi pengguna jalan, APFI juga menyelenggarakan diskusi Fotografi dan Hunting Model Kemerdekaan,” kata Abdul.
Diskusi Fotografi sendiri diikuti oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (IKMI) se-Wilayah Cirebon dengan menampilkan narasumber yang kompeten di bidang fotografi yang juga sosok penggagas APFI, Sjuaibun Iljas.
Sementara itu, Sjuaibun Iljas menyampaikan dukungannya kepada APFI cabang Indramayu, yang sudah melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT RI Ke 78.
Ia mengaku gembira komunitas sehobi di bidang fotografi di Kota Mangga ini tidak hanya membanggakan profesinya atau komunitasnya tapi mereka sangat peduli pada kebangsaan. Mereka membagikan 1000 bendera merah putih.
Pembagian bendera itu sambungnya secara tidak langsung membangkitkan kembali rasa nasionalisme di tengah-tengah masyarakat.
“Luar biasa apa yang sudah dilakukan APFI cabang Indramayu, semoga kedepannya Komunitas Fotografi makin menunjukan eksistensinya di Indramayu,” ujar dosen Prodi Fotografi di UNPAS ini.
APFI Indramayu sambungnya merupakan cabang organisasi bungsu karena belum lama didirikan namun demikian tidak menutup kemungkinan akan melejit menjadi organisasi yang menasional. (saprorudin)















