Pelita News | Cirebon Timur – Aksi solidaritas warga Cirebon Timur yang memprotes amburadulnya kondisi infrastruktur jalan di wilayah timur Kabupaten Cirebon dipastikan bakal kembali digelar pada akhir pekan ini, Sabtu (19/4) mendatang. Pada Aksi Cirebon Timur Menggugat Jilid II ini akan di awali dengan konvoi yang akan melewati rute Jalan Kanci Astanajapura – Cipeujeuh Wetan – Lemahabang – Karangsuwung – Karangtengah Karangsembung sekitar Pukul 09.00 Wib.
Aksi yang rencananya akan melibatkan 1000 orang dari berbagai aliansi dan komponen masyarakat ini akan berpusat di area PG Rajawali Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung. Aksi Jilid II ini sebagai lanjutan dari rangkaian Aksi yang sebelumnya telah berlangsung di Jalan Pabuaran – Gebang pada Sabtu, 12 April 2025 kemarin.
Korlap Aksi Cirebon Timur Menggugat Jilid II, Herlan mengatakan bahwa aksi yang akan berlangsung pada Sabtu nanti akan terlihat berbeda dengan aksi yang sudah digelar sebelumnya. Namun pada aksi Jilid II ini akan ada “Panggung Rakyat” yang memberikan ruang kepada masyarakat Cirebon Timur untuk berorasi dalam menyampaikan aspirasinya di mimbar bebas.
“Rangkaian Aksi Jilid II nanti akan di awali dengan konvoi yang akan melewati rute Jalan Kanci – Cipeujeuh Wetan – Lemahabang – Karangsuwung – Karangtengah Karangsembung. Selanjutnya para peserta aksi akan berkumpul di Panggung Rakyat yang berada di area PG Rajawali Karangsuwung untuk mengikuti rangkaian kegiatan mimbar bebas untuk menyampaikan seluruh aspirasi,“ terangnya disela usai berlangsungnya rapat konsolidasi persiapan Aksi Cirebon Timur Menggugat Jilid II.
Herlan kembali mengingatkan dan menghimbau kepada para peserta Aksi Jilid II untuk tidak mengenakan atribut organisasi atau komunitas tertentu. Para peserta yang ingin berpartisipasi agar menggunakan pakaian kaos ataupun baju berwarna hitam serta hanya membawa bendera merah putih saja. Hal ini semata – mata murni aspirasi masyarakat yang tidak ditunggangi oleh kepentingan apapun.
“Aksi ini bentuk kekecewaan dan kemarahan masyarakat karena buruknya infrastruktur yang ada di Cirebon Timur yang tak kunjung selesai. Sekali lagi aksi ini tidak ada kepentingan atau pesanan apa pun, aksi ini murni aspirasi masyarakat,“ tegasnya.
Sementara Korlap Aksi II, Abi Chadid menekankan bahwa perbaikan jalan sudah menjadi kewajiban pemerintah. Namun pada sisi lain sebagai warga masyarakat pun ada hak untuk menyampaikan aspirasi dan melakukan kontrol sosial, sekalipun pemerintah sudah menyiapkan kegiatan perbaikan tersebut. Justru dengan adanya Aksi Jilid II ini untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Cirebon agar dapat mempercepat waktu pelaksanaan perbaikan jalan yang sudah direncanakan.
’Jika Pemda merencanakan perbaikan pada Agustus nanti, syukur-syukur bisa dapat dipercepat. Masyarakat punya hak mendapatkan pelayanan fasilitas akses jalan yang layak atas kewajiban bayar pajak yang sudah dipatuhi. Untu saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam Aksi Jilid II ini,“ imbuhnya. @Ries















