• Advertorial
    • Kontak Kami
    Selasa, Mei 19, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Ajak Hidupkan Baritan Untuk Tolak Bala

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Juni 28, 2021
    dalam CIAYUMAJAKUNING, INDRAMAYU
    0 0
    0
    Ajak Hidupkan Baritan Untuk Tolak Bala
    0
    BERBAGI
    77
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

    Indramayu, PN

    Pelaksana Budaya dan Museum pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Indramayu, Suparto Agustinus mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali tradisi baritan yang diwariskan para wali untuk menolak bala. Pasalnya ditengah pandemi Covid-19 ini memohon perlindungan kepada Allah SWT sebuah keharusan baik melalui ritual baritan pada sore Jumat kliwon atau dalam bentuk doa-doa lainnya.

    Tradisi baritan kata dia, umumnya dilakukan masyarakat perdesaan dan dilaksanakan di pinggir jalan atau perempatan jalan. Waktunya ada sebagian masyarakat yang melaksanakan pada sore Jumat kliwon dan sebagain lainnya pada sore Jumat legi.

    “Tujuan dari baritan adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari bahaya dan terlindungi dari semua wabah penyakit termasuk pandemi Covid-19 di Kota Mangga,” kata Tinus sapaan akrabnya, Senin (28/06).

    Dikatakan, berdasarkan UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, didalamnya terdapat poin ritus sebuah peristiwa baik yang dilaksanakan oleh kelompok, masyarakat atau keluarga dengan tujuan untuk mendapatkan berkah atau perlindungan.

    “Dari segi sudut pandang budaya ada sebuah ritus yang dilaksnakan oleh masyarakat yaitu baritan. Baritan ini biasanya dilaksanakan pada sore jumat kliwon bahkan sampai malam dan disebagian daerah lain dilakukan pada Jumat legi,” ujarnya.

    Hanya saja kata dia, karena masih di tengah pandemi maka saat menggelar ritual baritan agar tetap menerapkan protocol kesehatan 4M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengurangi aktifitas.

    Tinus menyebutkan meski tradisi baritan belum dikenal secara luas karena tergerus zaman namun tradisi tersebut masih dilaksanakan oleh sebagian masyarakat Indramayu dan prosentasinya mungkin mencapai 70 persenan. Oleh karenanya kata Tinus sembari berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari segala mara bahaya pihaknya mengajak untuk menghidupkan kembali tradisi baritan.

    Menurutnya, pada zaman dahulu baritan sering dilaksanakan oleh masyarakat di pingir jalan atau perempatan jalan pada saat terjadi buaya pakewu (wabah penyakit) seperti pagi sakit sore meninggal, sore sakit pagi meninggal. Nah untuk menolak bala tersebut masyarakat secara beramai-ramai menggelar baritan. Selain baritan mungkin ada versi lain yakni menggunakan kesenian ritual berokan.

    “Berokan dipercaya oleh sebagian masyarakat Indramayu untuk menolak bala,” sebutnya.

    Ritual baritan sambungnya, ada yang sebagian masyarakat menyebut dengan babaritan seperti daerah Gantar, Bantarwaru, Sanca dan daerah lainnya yang umumnya berbatasan dengan masyarakat yang berbahasa sunda. Karena kata babaritan adalah bebarengan jadi kemungkinan ada unsur pengaruh bahsa sunda.

    “Baritan atau babaritan isinya sama yaitu memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar wabah penyakit,” kata dia sembari mengatakan baritan sampai sekarang masih dilestarikan.

    Tinus menyebutkan, baritan sudah dilaksanakan sejak zaman kerajaan Hindu, kemudian era kerajaan Islam. Meski sudah bergeser ke era kerajaan islam namun baritan tidak hilang dan tetap dilestarikan hanya doa dan ritusnya diganti menggunakan ayat-ayat Alquran.

    “Kami berharap kepada seluruh komponen masyarakat, ulama dan umaro untuk kembali menghidupkan baritan di tempat masing-masing. Intinya, sambil melestarikan budaya warisan para wali kita juga memohon perlindungan kepada Allah SWT. Dan dengan baritan mudah-mudahan Covid-19 segera berlalu,” harap Tinus. (saprorudin)

    Tags: CiayumajakuningIndramayu
    Sebelumnya

    10 Pekerja Pabrik Karung Di Isolasi Mandiri, Manajemen Berikan Perhatian Serius

    Berikutnya

    Foodbank Program Sapa Warga Ala PKB

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Foodbank Program Sapa Warga Ala PKB

    Foodbank Program Sapa Warga Ala PKB

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Lulus 100%: 175 Siswa SMK Bina Warga Lemahabang Dilepas, Bawa Pesan “Gigih, Kuat, Pantang Menyerah” Menuju Dunia Kerja

    Lulus 100%: 175 Siswa SMK Bina Warga Lemahabang Dilepas, Bawa Pesan “Gigih, Kuat, Pantang Menyerah” Menuju Dunia Kerja

    Mei 5, 2026
    Kang Suharso Pimpin Konsolidasi: 35 PAC PARINDRA Kab. Cirebon Terbentuk

    Kang Suharso Pimpin Konsolidasi: 35 PAC PARINDRA Kab. Cirebon Terbentuk

    Mei 2, 2026
    565 Siswa SMK Muhammadiyah Lemahabang Terima SKL, Sekolah Gelar Seminar Yamaha & Layanan Gratis untuk Masyarakat

    565 Siswa SMK Muhammadiyah Lemahabang Terima SKL, Sekolah Gelar Seminar Yamaha & Layanan Gratis untuk Masyarakat

    Mei 4, 2026
    Kado Hardiknas: Borong 4 Piala, SMA Negeri 1 Karangwareng Juara 3 Umum FLS3N Kabupaten Cirebon 2026

    Kado Hardiknas: Borong 4 Piala, SMA Negeri 1 Karangwareng Juara 3 Umum FLS3N Kabupaten Cirebon 2026

    Mei 3, 2026
    Terkait PSN Tambak Pantura , Yang Terpenting Rakyat Jangan Dirugikan 

    Terkait PSN Tambak Pantura , Yang Terpenting Rakyat Jangan Dirugikan 

    Mei 19, 2026
    Buka SPPG di Ciawiasih, Yayasan Berkah Boga Kita Wajib Prioritaskan Pekerja Lokal Tanpa Monopoli 

    Buka SPPG di Ciawiasih, Yayasan Berkah Boga Kita Wajib Prioritaskan Pekerja Lokal Tanpa Monopoli 

    Mei 19, 2026
    Petugas Terapkan Contraflow di Titik Rawan Banjir Jalur Pantura Cirebon Timur

    Petugas Terapkan Contraflow di Titik Rawan Banjir Jalur Pantura Cirebon Timur

    Mei 19, 2026
    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Mei 19, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

      Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Terkait PSN Tambak Pantura , Yang Terpenting Rakyat Jangan Dirugikan 

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Buka SPPG di Ciawiasih, Yayasan Berkah Boga Kita Wajib Prioritaskan Pekerja Lokal Tanpa Monopoli 

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Pabrik Karung Sindanglaut Terapkan Skema Waktu Kerja 8 Jam untuk Upah Harian, 12 Jam Khusus Borongan

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Bupati Imron dan Forkopimda Deklarasi SPMB Bersih 2026, Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,339)
    • EKONOMI & BISNIS (311)
    • INDRAMAYU (5,252)
    • INFORMASI (560)
    • Jawa Tengah (408)
    • KABUPATEN CIREBON (5,913)
    • KESEHATAN (80)
    • KOTA CIREBON (1,040)
    • KUNINGAN (131)
    • MAJALENGKA (61)
    • NASIONAL (629)
    • OLAHRAGA (42)
    • PEMERINTAH DAERAH (721)
    • TEKNOLOGI (89)
    • Uncategorized (427)

    Berita Terbaru

    Terkait PSN Tambak Pantura , Yang Terpenting Rakyat Jangan Dirugikan 

    Terkait PSN Tambak Pantura , Yang Terpenting Rakyat Jangan Dirugikan 

    Mei 19, 2026
    Buka SPPG di Ciawiasih, Yayasan Berkah Boga Kita Wajib Prioritaskan Pekerja Lokal Tanpa Monopoli 

    Buka SPPG di Ciawiasih, Yayasan Berkah Boga Kita Wajib Prioritaskan Pekerja Lokal Tanpa Monopoli 

    Mei 19, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk