Pelita News | Cirebonkab. – Ribuan warga memadati lapangan di Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (2/6/2026) malam. Mereka tidak hanya datang untuk menikmati pertunjukan wayang golek, tetapi juga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan pemerintah dalam satu kegiatan yang memadukan budaya, hiburan, dan edukasi kesehatan.
Acara bertajuk “Ngajaga Jiwa, Ngajaga Raga: Warga Sehat Bangsa Kuat” itu menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon. Sejak siang hari, warga mulai berdatangan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sekaligus menyaksikan pertunjukan seni tradisional yang berlangsung hingga malam.
Pagelaran wayang golek yang dibawakan Ki Dalang Yogaswara Kusnandar menjadi daya tarik utama. Namun di balik kemeriahan tersebut, terselip pesan penting tentang kesehatan fisik dan mental yang menjadi fokus pemerintah saat ini.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia yang memilih Desa Matangaji sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan.
Menurut pria yang akrab disapa Jigus itu, pendekatan melalui kesenian rakyat menjadi cara efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat.”Kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit atau puskesmas.
Ini menjadi tanggung jawab bersama. Ketika edukasi kesehatan disampaikan melalui media budaya yang dekat dengan masyarakat, pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah disediakan pemerintah sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini berbagai penyakit.
Menurutnya, tema “Ngajaga Jiwa, Ngajaga Raga” sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini karena menekankan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.
Warga yang sehat akan melahirkan keluarga yang kuat, masyarakat yang produktif, dan menjadi modal penting bagi kemajuan bangsa, katanya.
Sementara itu, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital, Marroli Jeni Indarto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendekatkan berbagai program prioritas kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih membumi.
Salah satu isu yang mendapat perhatian serius pemerintah saat ini adalah kesehatan mental anak di era digital. Menurut Marroli, perkembangan teknologi yang begitu cepat menghadirkan tantangan baru bagi keluarga, terutama terkait akses anak terhadap berbagai konten di internet dan media sosial.
Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai langkah perlindungan anak di ruang digital, termasuk penguatan literasi digital dan pengaturan penggunaan media sosial yang lebih aman bagi anak-anak.
“Perhatian terhadap kesehatan mental anak menjadi sangat penting karena mereka adalah generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia,” ujarnya.Selain mengangkat isu kesehatan mental, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pemerintah berharap masyarakat semakin sadar bahwa deteksi dini dapat membantu mencegah berbagai penyakit berkembang menjadi lebih serius.Perpaduan layanan kesehatan gratis dengan pertunjukan seni tradisional mendapat respons positif dari masyarakat.
Selain memperoleh manfaat kesehatan, warga juga dapat menikmati hiburan yang sarat nilai budaya lokal.Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat sepanjang acara. Anak-anak, orang tua, hingga lansia larut dalam pertunjukan yang menghidupkan kembali ruang budaya sekaligus menjadi sarana edukasi publik.
Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dilakukan melalui pendekatan formal.
Edukasi kesehatan juga dapat hadir di tengah masyarakat melalui budaya yang mereka kenal dan cintai.Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, pesan yang dibawa dari Desa Matangaji malam itu sederhana namun kuat: @Sur















