Pelita News | Astanajapura – Kecelakaan maut di jalur Pantura Kanci, Kabupaten Cirebon, Rabu 27 Mei 2026 dini hari, masih menyisakan tanda tanya. Meski kepolisian sudah menetapkan insiden itu sebagai kecelakaan tunggal, keluarga dan teman korban punya versi berbeda soal kronologinya.
Peristiwa yang viral dan menghebohkan jagat media sosial itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Satu pengendara motor meninggal dunia, satu lainnya luka-luka. Korban meninggal diketahui bernama Suwanto, 19 tahun, warga Desa Ciawijapura, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon.
Teman Korban: Ada Dugaan Begal Geng Motor
Salah satu teman dekat korban, Falisha Rika, menyampaikan kronologi versi mereka. Menurut Falisha, sebelum kejadian Suwanto bersama temannya baru pulang dari wilayah Kota Cirebon setelah aktivitas dan COD.
“Saat jalan pulang tiba-tiba ada geng motor keluar dari gang langsung ngebacokin Suwanto,” ujarnya.
Falisha menyebut korban dan temannya berkendara motor sendiri-sendiri, tidak berboncengan. Ia menduga kepanikan terjadi saat Suwanto dibacok, hingga temannya oleng dan menabrak trotoar jembatan di Kanci – titik korban meninggal.
“Posisinya Suwanto dan temennya naik motor sendiri-sendiri. Pas Suwanto dibacokin sama geng itu, temennya panik terus nabrak trotoar jembatan yang di Kanci TKP meninggalnya Suwanto,” lanjutnya.
Falisha juga menegaskan Suwanto dikenal sebagai pribadi baik dan tidak pernah terlibat geng motor atau kelompok kriminal jalanan. Karena itu, keluarga dan teman-teman korban berharap polisi melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap informasi yang beredar di masyarakat.
Polisi: Hasil Olah TKP Menunjukkan Laka Tunggal
Hingga kini, dugaan keterlibatan begal atau geng motor masih sebatas keterangan keluarga dan teman korban. Belum ada bukti resmi dari aparat penegak hukum yang menguatkan dugaan tersebut.
Jajaran Polsek Astanajapura bersama Polresta Cirebon sudah melakukan olah TKP, memeriksa saksi di sekitar lokasi, serta meminta keterangan korban selamat.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menyimpulkan kejadian tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal, bukan tindak kriminal.
Kasatreskrim Polresta Cirebon AKP I Putu Ika Prabawa Kartima Utama menjelaskan, penanganan kasus berada di Unit Gakkum Satlantas Polres Cirebon Kota. Penjelasan detail hasil penyelidikan akan disampaikan langsung unit tersebut kepada pihak keluarga korban.
Kasus ini masih jadi perhatian publik Cirebon. Keluarga korban berharap proses penyelidikan berjalan transparan agar penyebab pasti kecelakaan bisa terungkap. @Ries














