Pelita News | Kab. Cirebon – Masyarakat Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, siap menyambut pesta laut yang akrab disebut Nadran sebagai bentuk rasa syukur atas berkah selama melaut dengan hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Pelaksanaan Nadran sendiri setiap tahunnya diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari karnaval, pentas seni budaya, hingga tradisi mengarungi lautan dengan menyerahkan sajen. Salah satu persembahan utamanya adalah kepala kerbau. Tradisi ini merupakan wujud penghargaan kepada para leluhur dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Dalam penyelenggaraan pesta laut tersebut tidak sedikit biaya yang dikeluarkan. Dana berasal dari iuran para nelayan, serta bantuan dari Anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang konsen terhadap pelestarian pesta adat dan tradisi daerah di tengah perkembangan zaman.
Namun, pelaksanaan pesta laut kali ini memunculkan pertanyaan dari sebagian warga terkait besaran anggaran yang diduga tidak sesuai dengan peruntukannya. Hal itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat setempat berinisial SP, Jum’at (31/07/2026).
“Kami masyarakat Citemu sangat menyambut baik adanya pelaksanaan pesta laut atau Nadran yang dilaksanakan setiap tahunnya. Hanya saja kami mempertanyakan anggaran yang diterima pihak Pemdes,“ ungkapnya.
Menurut sepengetahuan SP, bantuan dari Anggota Dewan sebesar Rp100.000.000,00 untuk gelaran pesta laut di desanya. Sementara uang sebesar itu hanya diperuntukkan pagelaran wayang dan sandiwara saja.
“Masa anggaran sebesar itu hanya untuk dua kegiatan tersebut, kemana sisanya? Jangan sampai pesta laut yang seharusnya manfaatnya dirasakan sepenuhnya oleh para nelayan, malah dijadikan keuntungan bagi sebagian orang atau golongan. Ini jelas tidak benar. Oleh karenanya kami meminta adanya keterbukaan agar tidak ada persoalan di kemudian hari,“ tegasnya.
Terkait hal tersebut, Ketua Panitia Pesta Laut, Itno mengaku tidak mengetahui besaran anggaran yang diterima dari Anggota Dewan.
“Saya tidak tahu besaran anggaran yang diterima dari anggota dewan untuk pelaksanaan pesta laut. Yang saya tahu, bantuan tersebut hanya berupa sumbangan untuk acara hiburan sandiwara dan pertunjukan wayang. Jadi kalau ditanya berapa besarannya, saya tidak mengetahuinya,“ ujarnya.
Senada disampaikan Perangkat Desa Citemu, Nurhayati. Ia tidak pernah tahu besaran anggaran yang diberikan untuk pesta laut atau nadran oleh Anggota Dewan.
“Yang saya tahu hanya berupa sumbangan untuk pertunjukan sandiwara dan pagelaran wayang. Selebihnya kami tidak tahu,“ tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Citemu berharap ada kejelasan dan transparansi penggunaan dana, agar tradisi Nadran tetap berjalan khidmat dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para nelayan. @Ries














