Pelita News I Indramayu
Program proyek strategis nasional (PSN) Tambak Pantura , warga tidak keberatan yang penting jangan merugikan rakyat, demikian disampaikan tokoh masyarakat yang memilki Empang di wilayah kec. Cantigi , Jaya Den Bagus kepada harian pelita News, Selasa (18/05/26)
Menurut Jaya (panggilan Akrab), sebenarnya warga di blok waledan dan blok cemara tidak keberatan dengan program.peemerontah terkait PSN Tambak pantura yang meliputi empat kecamatan , yakni kecamatan Kandanghaur, Losarang Cantigi dan pasekan .
Sebab menurut warga setempat mengaku kalau tanah yang digunakan usaha tambak tersebut Bukan tanah milik, akan tetapi warga menggarap lahan tambak sudah turun temurun, sehingga sudah menjadi lahan usaha. Secara turun temurun, yang tentunya untuk membuat empang tersebut sudah mengeluarkan modal cukup besar , dari.kulau sewa excavator dan membayar kuli dan lalin lain.
Menurut Jaya , khususnya blok waledan dan blok cemara tidak keberatan jika pemerintah mempunyai program PSN. Tambak pantura , karena mereka sudar kalau tanah yang digunakan lahan usaha bukan tanah milik ” mereka sadar kalau tanah tersebut walaupun sudah turun temurun. Mengharap itu buakan tanah milik'” ujar Jaya .
Akan tetapi pihak pemerintah harus ingat jangan sampai merugikan rakyat , sebab pemilik tambak tersebut sudah banyak mengeluarkan biaya besar , oleh karenanya jika program PSN Tambak Pantura ingin tercapai maka harus ada kompensasi yang seimbang dengan pengeluaran biaya yang sudah dikeluarkan petani tambak tersebut’ ” ujar dia lagi.
Pada prinsipnya masyarakat khususnya blok waledan dan cemara setuju apa yang di kehendaki pemerintah , bahkan sangat bagus jika hal ini bisa terlaksana , akan tetapi harus ada kompensasi yang sesuai ” jangan asal asal asalan memberi kompensasi kepada penggaram tambak tersebut ” pungkas Jaya (Duliman)














