Pelita News | Cirebon Timur — Pemerintah Desa Mertapada Wetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon menggelar dua agenda sekaligus di Aula Kantor Desa, Jumat (17/4/2026). Agenda tersebut meliputi Musyawarah Desa Laporan Kinerja dan Evaluasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Griya Makmur Tahun Anggaran 2025 dan musyawarah persiapan Haul Ki Buyut Serfin.
Acara dipimpin langsung Kuwu Mertapada Wetan, Moh Munif AR, bersama Direktur BUMDes Griya Makmur, Anisul Fuad, serta dihadiri pengurus Ranting NU, Ustadz Mansyur, unsur masyarakat, dan tokoh agama.
Warga Pertanyakan Pengelolaan BUMDes
Dalam forum evaluasi, sejumlah warga menyampaikan kritik terkait kinerja BUMDes yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Warga mempertanyakan besaran anggaran BUMDes dan penggunaannya selama ini.
Heri, salah satu warga yang hadir, secara tegas meminta BUMDes dibubarkan jika tidak mampu dikelola dengan baik. “Jika pengurus BUMDes tidak bisa mengelola dengan baik, bubarkan saja. Buat apa dipertahankan jika hanya membuang-buang anggaran,” ujarnya.
Warga lainnya, Amak, menuntut transparansi anggaran. “Kami hanya ingin tahu berapa anggaran yang diterima BUMDes dan digunakan untuk apa saja. Kalau memang gagal, apa penyebabnya? Ini harus diperjelas. Saat pembentukan dulu kan sudah ada kajian. Catatannya, kewenangan penuh ada di pengurus, jangan sampai program hanya berdasarkan keinginan kuwu atau individu. Kalau gagal, nanti saling menyalahkan,” imbuhnya.
Permohonan Maaf Direktur BUMDes
Menanggapi kritik warga, Direktur BUMDes Griya Makmur, Anisul Fuad menyampaikan permohonan maaf. “Atas nama pribadi, saya sebagai pimpinan BUMdes mohon maaf karena pengelolaan atau progres yang kami laksanakan mungkin tidak sesuai harapan. Banyak kendala dan mungkin kami kurang siap menjadikan BUMDes sebagai usaha desa yang sesuai harapan,” tuturnya.
Anisul Fuad menambahkan, musyawarah digelar untuk menentukan langkah perbaikan. “Tujuannya agar BUMDes lebih baik. Apakah kepengurusan tetap atau dilakukan perubahan, itu yang akan kita musyawarahkan bersama,” katanya.
Kuwu Janjikan Evaluasi dan Musyawarah Mufakat
Kuwu Mertapada Wetan, Moh Munif AR menegaskan pihaknya akan mengedepankan kepentingan umum melalui musyawarah mufakat.
“Dengan adanya tuntutan masyarakat tentang BUMDes, saya sebagai kuwu harus mengambil langkah tepat, yaitu melakukan evaluasi termasuk perubahan struktur kepengurusan BUMDes. Langkah ini berdasarkan hasil musyawarah, tidak ada kepentingan lain,” jelasnya.
Persiapan Haul Ki Buyut Serfin
Di waktu yang sama, Pemdes juga menggelar musyawarah persiapan Haul Ki Buyut Serfin, ulama besar asal Mertapada Wetan. Kuwu Munif mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung dan menyukseskan acara tersebut.
“Insyaallah Haul kali ini akan dikemas agar berjalan khidmat dan meriah. Anggarannya akan kami usahakan dari berbagai sumber, baik urunan warga, CSR, maupun sumber dana lainnya,” tutupnya. @Ries















