Pelita News | Cirebon Timur – Setelah dilakukan penanaman serentak bersama Polresta Cirebon pada Jum’at 26 September 2025 lalu, hari ini Pemerintah Desa Cipeujeuh Kulon bersama Polsek Lemahabang melaksanakan panen perdana jagung pipil, Rabu (4/3/2026). Program ini menjadi bagian dari gerakan besar ketahanan pangan sebagai upaya meningkatkan swasembada jagung di Kabupaten Cirebon.
Jagung pipil merupakan jenis jagung yang dipanen tua atau biji keras, umumnya dipanen setelah umur lebih dari 100 HST. Pengembangan dan penanaman jagung pipil paling besar dibandingkan jenis jagung lainnya. Hal ini karena kebutuhan jagung pipil sangat besar, pemanfaatannya luas dan berskala industri.
Disela berlangsungnya kegiatan panen, Kuwu Desa Cipeujeuh Kulon yang juga Wakil Ketua FKKC Kabupaten Cirebon, H. Lili Mashuri berkomitmen akan terus mendukung gerakan ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, hari ini kita baru bisa melaksanakan panen perdana jagung pipil setelah melewati proses masa tanam. Insya Allah target satu hektare ini bisa menghasilkan 10 ton,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kegiatan panen hari ini sebagai bukti dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan juga menjadi bukti nyata dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan. Untuk itu, ia berharap masyarakat semakin terdorong untuk memanfa’atkan lahan produktif secara optimal.
“Gerakan tanam dan panen jagung pipil ini bukan sekadar simbolis, namun menjadi ikhtiar bersama dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat,“ ujar Jiwu sapaan akrab H. Lili Mashuri.
Dengan adanya kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, hingga kelompok tani, Jiwu sangat berharap wilayah Kabupaten Cirebon dapat menjadi daerah yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya jagung pipil yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bahan baku penting kebutuhan pakan ternak.
“Penanaman jagung pipil ini merupakan langkah strategis dalam memanfaatkan lahan untuk semakin produktif, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Program ketahanan pangan nasional melalui gerakan Penanaman jagung pipil tidak hanya meningkatkan produksi pangan, namun juga memperbanyak sumber pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, penanaman jagung pipil sebagai upaya mendukung ekonomi desa, meningkatkan pendapatan petani melalui penjualan hasil pertanian, mengurangi ketergantungan pada pangan impor dan meningkatkan kemandirian pangan desa. @Ries















