Cirebon | Pelita News – Proyek cor beton di Jalan Ki Sabalanang, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, menuai sorotan warga. Meski pekerjaan baru selesai beberapa waktu lalu dan saat ini masih dalam tahap pengeringan, sejumlah bagian badan jalan sudah tampak retak. Kondisi ini terlihat saat jurnalis Harian Pelita News memantau lokasi pada Senin (8/12).
Di lapangan, jalan tersebut masih diberi pembatas dan belum boleh dilewati kendaraan. Namun warga justru kecewa karena keretakan sudah muncul meski jalan belum digunakan.
Selain itu, papan proyek yang seharusnya dipasang di lokasi pekerjaan diduga tidak terlihat. Padahal, keberadaan papan proyek wajib untuk memberikan informasi kepada publik, seperti jenis pekerjaan, volume, nilai anggaran, sumber anggaran, dan perusahaan pelaksana.
Direksikit, yang juga menjadi bagian penting dalam pengawasan pekerjaan, diduga tidak ada di lokasi.
(Wan), warga Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai, keretakan pada badan jalan mengindikasikan kualitas pekerjaan yang tidak maksimal.
“Belum dilalui kendaraan, kok sudah ada beberapa yang pecah,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan peran pengawas lapangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon.
“Kalau pecah seperti ini, bagaimana kualitas pekerjaannya? Entah seperti apa pengawasan saat itu,” tambahnya.
Warga juga menyoroti dugaan tidak adanya papan proyek dan direksikit di lokasi pekerjaan. Mereka meminta DPUTR Kabupaten Cirebon bertindak tegas dan memanggil seluruh pihak yang terlibat.
“Harus tegas. Panggil semua yang terlibat dan berikan sanksi. Jangan ada kata ‘tidak enak hati’,” tegas Wan.
Ia berharap pemerintah tidak sekadar melakukan perbaikan kosmetik pada bagian jalan yang retak.
“Untuk bagian jalan yang pecah, kami meminta DPUTR tidak hanya menutup permukaan supaya terlihat rapi, tetapi membongkar dan memperbaikinya kembali,” pungkasnya.@Sur















