Pelita News | Cirebon Timur – Dengan semangat kerja keras dan kedisiplinan, SMA Negeri 1 Astanajapura siap menuju sekolah unggulan dan berprestasi. Sekolah unggulan merupakan sekolah yang bermutu, yang terlihat dari kualitas siswanya yang berprestasi di bidang akademik. Selain unggul di bidang akademik, sekolah unggulan juga dapat menghasilkan siswa yang unggul secara emosional dan spiritual.

Memiliki murid dengan kualitas di atas rata-rata perlu adanya dukungan fasilitas dan lingkungan sekolah yang mendukung. Selain itu, SDM guru yang memiliki kompetensi tinggi juga sangat berperan penting untuk menciptakan sekolah bermutu. Guru yang profesional, strategi serta model pembelajaran yang efektif serta adaptif dan perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan belajar mengajar saat ini adalah beberapa contoh konkritnya.
Kepala SMA Negeri 1 Astanajapura, Haerudin, S.Pd mengatakan, sekolah merupakan tempat anak-anak dalam mencari ilmu, mengembangkan karakter baik dan bertumbuh. Melalui pendidikan atau sekolah, terlahirlah generasi unggul dan berkompeten di masa depan.
“Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sistem pendidikan yang baik amatlah diperlukan,“ ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Ia mengingatkan, tuntutan globalisasi mendorong dunia pendidikan untuk melakukan inovasi terus menerus. Sekolah harus mulai berbenah untuk menciptakan terobosan yang baik, baik dari manajemen sekolah, praktik pembelajaran di kelas, kesiapan fasilitas, sumber daya manusianya dan lain sebagainya. Hal ini menjadi salah upaya untuk menciptakan sekolah yang unggul.
“Keseluruhannya itu dapat terakomodir dari Dana BOS. Dana tersebut dapat dipergunakan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan, pelaksanaan administrasi kegiatan satuan pendidikan, hingga membeli alat multimedia untuk menunjang kegiatan belajar mengajar siswa,“ ungkap Heru.
Heru kembali menjelaskan, Dana BOS adalah program pemerintah untuk membantu pendanaan biaya operasional sekolah, baik negeri maupun swasta. Dana ini digunakan untuk biaya non-personalia seperti penyediaan buku serta dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan lainnya sesuai petunjuk teknis. Besaran dana BOS SMA dihitung berdasarkan jumlah siswa di sekolah tersebut.
“Dana BOS ini juga untuk mengurangi beban biaya operasional sekolah, meningkatkan aksesibilitas, dan meningkatkan mutu pembelajaran bagi siswa, pengembang profesi guru pendidik dan tenaga kependidikan, serta langganan daya dan jasa,“ jelasnya.
Revitalisasi Sekolah Menuju SMA Negeri 1 Astanajapura Unggul dan Berprestasi
SMA Negeri 1 Astanajapura saat ini tengah mendapatkan Program Bantuan Revitalisasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini sejalan untuk meningkatkan sarana dan prasarana sekolah melalui pembangunan dan rehabilitasi, yang diimplementasikan secara swakelola dengan bantuan dana langsung ke sekolah.
Dalam wawancaranya, Heru mengungkapkan, revitalisasi ini untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas untuk mendukung pembelajaran yang optimal. Program ini juga untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pembangunan swakelola.
“Tujuan lainnya adalah meningkatkan kapasitas penerimaan siswa melalui penambahan fasilitas seperti Ruang Kelas Baru (RKB) dan mengoptimalkan proses belajar mengajar dengan ketersediaan fasilitas yang memadai,“ terangnya.
Ia menyebutkan, program revitalisasi SMA merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan menengah sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah. Melalui pendekatan padat karya, kegiatan pembangunan sekolah tentunya dapat menyerap tenaga kerja lokal.
“Alhamdulillah tahun ini sekolah kami mendapat perhatian dari pemerintah. Revitalisasi ini tidak hanya membangun tembok, tetapi juga membangun harapan dan masa depan. Sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang sehat, baik secara fisik, psikis, sosial, maupun spiritual,” kata Heru. @Ries















