Cirebon | Pelita News. – Meskipun ekonomi global menghadapi berbagai tantangan, pasar modal di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka) menunjukkan angka pertumbuhan yang menggembirakan. Hingga Desember 2024, jumlah investor pasar modal di wilayah ini tercatat mencapai 310.248 SID (Single Investor Identification), naik 8,69% atau tambahan 24.808 investor baru dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan tren positif yang terlihat di tingkat nasional, di mana jumlah SID Pasar Modal Indonesia secara keseluruhan melonjak menjadi 14.871.639 investor pada 2024. Hal ini menunjukkan ketertarikan yang terus berkembang di masyarakat terhadap instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia, berikut adalah distribusi jumlah investor pasar modal di wilayah Ciayumajakuning:
1. **Kabupaten Cirebon** – 77.892 investor
2. **Kabupaten Indramayu** – 66.747 investor
3. **Kabupaten Kuningan** – 51.726 investor
4. **Kabupaten Majalengka** – 60.785 investor
5. **Kota Cirebon** – 53.098 investor
Selain itu, profil demografi investor juga memperlihatkan keberagaman, dengan rentang usia 18-25 tahun sebagai kelompok terbesar yang berpartisipasi dalam pasar modal, yakni 432.178 SID saham di Jawa Barat.
Untuk mendukung pertumbuhan pasar modal, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat bersama berbagai stakeholder, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, perusahaan sekuritas, dan galeri investasi, aktif melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat. Hingga akhir tahun 2024, sebanyak 67 kegiatan edukasi telah diadakan dengan total 10.068 peserta yang terlibat.
Pihak-pihak yang mendukung program edukasi ini antara lain: Phintraco Sekuritas, MNC Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, Trimegah Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Mirae Asset Sekuritas.
Selain itu, ada 14 Galeri Investasi BEI yang tersebar di Ciayumajakuning, seperti Universitas Swadaya Gunung Jati, Universitas Muhammadiyah Cirebon, SMAN 1 Cirebon, hingga Universitas Majalengka yang turut berperan dalam meningkatkan literasi pasar modal di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
Menatap tahun 2025, Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat berencana untuk memperluas program literasi dan inklusi pasar modal, dengan semakin memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan pemahaman masyarakat mengenai potensi pasar modal yang dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi.
“Dengan dukungan penuh dari semua pihak, kami yakin pasar modal Indonesia, khususnya di wilayah Ciayumajakuning, akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah dan nasional,” ungkap Achmad Dirgantara, Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat.
Peningkatan signifikan jumlah investor dan kolaborasi aktif antara berbagai stakeholder memberikan optimisme besar untuk masa depan pasar modal Indonesia. Terus berkembangnya edukasi dan literasi pasar modal menjadi kunci utama dalam memastikan inklusi keuangan yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat.@Bams















