Cirebon Pelita Newsa
Pasangan bakal calon Wali Kota Cirebon, Eti Herawati dan Suhendrik, mengadakan diskusi publik yang dihadiri oleh 1000 masyarakat di salah satu hotel di Jalan Kartini, Kota Cirebon, pada Jumat (2/8/2024). Acara ini diselenggarakan dengan dukungan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Dalam kesempatan tersebut, Eti Herawati menyatakan bahwa diskusi publik ini bertujuan untuk membangun Kota Cirebon yang lebih baik.
“Kita dengarkan tadi keluhan dari masyarakat RT maupun RW, karena memang mereka yang bersentuhan langsung dan sangat mengetahui persoalan di lapangan,” ujarnya.
Hasil dari diskusi ini akan menjadi catatan penting bagi pemerintahan ke depannya. “Tadi banyak masyarakat yang mengeluhkan soal dana bawal, dan juga infrastruktur Kota Cirebon,” lanjut Eti.
Menurutnya, persoalan dana bawal (bantuan walikota) membutuhkan pendampingan yang serupa dengan dana desa.
“Cuma kalau kita masuk dari peraturan menteri, itu satu tahun boleh satu tahun tidak, ini harus penggodokan bersama, masyarakat menginginkan pemerintah hadir dalam infrastruktur RT maupun RW,” tuturnya.
Eti menjelaskan bahwa dana bawal secara undang-undang harus 5 persen, namun pemerintah kota saat ini baru mampu memenuhi 2 persen.
“Kami menginginkan untuk Cirebon ke depannya lebih baik lagi, baik dari segi infrastruktur maupun kebutuhan, dan dana bawal menjadi kepentingan kebutuhan di lingkungan RW,” jelasnya.
Diskusi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cirebon melalui pemerintahan yang lebih responsif dan proaktif terhadap kebutuhan warga. (Wandi)















