Kuningan, harian pelita news
Isu yang beredar di masyarakat pasca peristiwa Gempa Bumi yang terjadi Kamis Jum’at 25-26/7/2024 akan ada gempa susulan, dan Gunung Ciremai akan meletus. Informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya itu dihardik BPBD Kuningan.
Yang pasti BPBD Kuningan merelease awal diketahui peristiwa terjadinya gempa bumi, hari Kamis tanggal 25 Juli 2024 pukul 17.56 WIB, dan hari Jum’at 24 Juli 2024, pukul 19.16 WIB, Bahwa benar Dua hari di waktu itu wilayah Kabupaten Kuningan terjadi guncangan gempa bumi Tektonik. Hasil analisa BMKG menunjukan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,1. Episenter terletak pada Kordinat 6,98 LS dan 108,5 BT atau tepatnya di daratan pada jarak 1 km Tenggara Kabupaten Kuningan Jawa Barat pada kedalam 5 km.
Sedangkan peristiwa hal yang sama, pada hari Jumat yang juga hasil analisa BMKG berbeda, gempa bumi Tektoni di hari Jumat berkekuatan M=3.9. Episenter terletak pada kordinat 6.92 LS dan 108.46, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 kmBarat Laut Kabupaten Kuningan Jawa Barat pada kedalaman 8 km.
Dampak dari peristiwa tersebut me gakibatkan rusaknya 35 bangunan, 32 rumah tinggal, 2 sarana pendidikan serta 1 Mushola sarana peribadatan yang yersebar di 6 Kecamatan dari 11 Desa/Kelurahan.
Adapun isu yang santer yang berdar di medsos bahwa setelah peristiwa gempa Dua hari itu bakal ada gempa susulan yang lebih besar serta dalam waktu itu asekitar 12 krmudia. Di susul dengan meletusnya Gunung Ciremai, itu isu hoax yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Indra Bayu Permana Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, memgatakan itu hoax. “Kepada masyarakat Saya himbau biasa saja melakukan kegiatan normalnya aktivitas kesehariannamun harus tetap waspada. Seandainya diprediksi be erapa puluh jam pasca gempa bumi, itu sama halnya dengan mendahului takdir Allah,” kata Kalak seraya tersenyum.
Kalak menyebut kondisi Gunung Cirema dalam kondisi anteng masih berstatus normal, dan tidak ada tanda tanda peningkatan aktivitas. Kata Indra Bayu Permana Kalak BPBD Kabupayen Kuningan Indra Nayu Permana dalam jumpa media. (Mans)















