Pelita News | Cirebon.- Dua pembangkit listrik megah dari Cirebon Power, dengan kapasitas yang mengagumkan, siap mengawal pasokan listrik selama liburan Idulfitri yang dinanti-nantikan.
“Walaupun libur, pembangkit dengan kapasitas 660 MW akan beroperasi penuh, menjaga aliran listrik stabil di jaringan 150kV, sementara yang berkapasitas 1.000 MW siaga untuk mengatasi lonjakan kebutuhan energi di jaringan 500kV,” ungkap Wakil Direktur Utama Cirebon Power, Joseph Pangalila, dengan percaya diri pada hari Selasa (26/3).
Selama tahun lalu, unit pembangkit pertama berkinerja optimal, mencatat prestasi gemilang tanpa hambatan. Sedangkan unit kedua telah aktif sejak bulan Mei 2023.
“Unit kedua telah beroperasi sesuai target yang ditetapkan sejak awal,” tambah Joseph.
Joseph juga membahas perkembangan terbaru mengenai rencana pensiun dini untuk unit pembangkit pertama. Sejak akhir tahun 2022, Cirebon Power telah menawarkan dukungan penuhnya untuk mengurangi emisi dengan menjadi sukarelawan dalam program pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara.
Diskusi yang intens dengan Asian Development Bank, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta PT PLN (Persero) terus berlanjut dengan hasil yang menggembirakan.
“Pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara bisa disamakan dengan restrukturisasi keuangan yang lebih fleksibel. Ini mirip dengan skema over kredit di perbankan yang mempersingkat tenor kredit,” jelasnya.
Dengan skema Energy Transition Mechanism (ETM) dan Just Energy Transition Partnership (JETP), proses pembiayaan menjadi lebih efisien dan terjangkau. Melalui skema ini, proyek Cirebon 1 bisa memperpendek masa kontrak operasinya.
Jika semua diskusi mencapai kesepakatan, usia operasional PLTU Cirebon I yang seharusnya berlangsung hingga tahun 2042, akan dipersingkat hingga tahun 2035.
“Saat ini tengah dilakukan studi mendalam agar proses ini tidak memberikan dampak negatif bagi pihak terkait, termasuk para pekerja, masyarakat, serta program kelistrikan nasional,” ungkap Joseph.
Menurut Joseph, pemilihan pembangkit listrik unit pertama sebagai proyek penstuan dini tidak hanya karena kebersihannya, melainkan juga karena kinerja operasional dan keuangan yang sangat baik.
“Inisiaf Cirebon Power sebagai proyek penstuan dini menjadi bukti komitmen kami untuk mendukung transisi energi di Indonesia, guna membantu pencapaian target nol emisi pada tahun 2060 dan melawan perubahan iklim,” tandasnya.@Bams















