
Pelita News Kabupaten Cirebon
Direktorat Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional RI gelar bimbingan teknis lifeskill pada masyarakat kawasan rawan narkoba di Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, yang dilaksanakan di aula Balai Desa Arjawinangun Selasa (07/11). Kegiatan itu juga dihadiri Perwakilan Bupati Cirebon, Kepala PLN UP3 Cirebon, KA. BNN Kota Cirebon, Kapolresta Cirebon, Dandim Kabupaten Cirebon, Camat Arjawinangun, Kuwu Arjawinangun, Danramil, Kapolsek Arjawinangun, Babinkamtibmas dan Babinsa Arjawinangun.

Sebanyak 5 kelompok yang terdiri dari 50 peserta yang hadir pada acara tersebut mendapatkan pelatihan menjahit secara langsung dan mendapatkan alat jahit dimasing-masing kelompok.

Menurut Mia Garmiaty Suhanda Ketua tim satgas pemberdayaan alternatif Deputi Pemberdayaan Masyarakat di Badan Narkotika Nasional RI menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu wilayah yang dipilih oleh BNN RI yang mana diwilayah itu telah terindikasikan sebagai kawasan rawan narkoba, sehingga adanya pelatihan lifeskill yang dilakukan di Desa Arjawinangun merupakan upaya untuk mencegah terjadinya potensi kerawanan pada daerah itu, sehingga melalui pelatihan masyarakat dikawasan itu bisa menjadi lebih kreatif, mandiri dan berpenghasilan dari hasil kewirausahaannya dan tidak terhasut dengan bujuk rayu dari penyalahgunaan narkotika.
“dipilih oleh BNN untuk melakukan bimtek life skill atau pelatihan kewirausahaan bekerja sama CSR dengan PLN itu karena di sini memang teridikasi kawasan yang rawan penyalahgunaan dan peredaran dalam narkoba keterampilan masyarakat di wilayah ini agar mereka bisa hidup mandiri inovatif kreatif dan bisa bermanfaat bagi masyarakat lingkungannya dan mereka juga jadi tidak terbawa kepada hal-hal yang ilegal atau menyalahgunakan narkoba maksudnya kita memberikan pelatihan itu untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan mereka,”jelasnya.

Masih Mia Garmiaty Suhanda, melalui pelatihan yang diberikan juga merupakan salah satu jalan pembukan untuk pemerintah daerah yang nantinya bisa dilanjutkan dengan program pemerintah daerah itu sendiri sehingga bisa lebih meningkatkan lagi pelatihan yang diberikan agar kedepannya masyarakat bisa lebih mandiri dan perekonomian lnya juga bisa meningkat.
“kami membuka jalan nanti selanjutnya untuk meningkatkan lagi keterampilan mereka di sini pemerintah bisa membantu lagi memberikan keterampilan yang lebih lebih lagi,”tambahnya.
Selain pelatihan yang diberikan, untuk BNN juga membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan pihak yang berwenang untuk mencegah peredaran narkoba di kawasan-kawasan yang dinilainya rawan akan peredaran barang haram itu.
“BNN tidak dapat bekerja sendiri dalam pemberantas narkoba jadi kita harus bersinergi dengan stakeholder dan pemerintah daerah setempat,”paparnya.

Sementara itu H.Mochamad Syafrudin Asisten Daerah Bidang Pemerintah dan Kesra Setda Kabupaten Cirebon sangat mendukung langkah Direktorat Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional RI yang saat itu langsung terjun dan memberikan pelatihan kepada pemuda yang ada di Desa Arjawinangun untuk meminimalisir dan mengubah status kawasan rawan narkoba menjadi kawasan aman narkoba dengan memberikan pelatihan menjahit dan memberikan alat jahitnya terhadap 50 peserta yang dibagi menjadi 5 kelompok.
“pemerintah daerah sangat berbahagia dan mendukung karena BNN pusat dengan BNN kota Cirebon yang salah satu wilayah kerjanya adalah kabupaten Cirebon mengadakan pelatihan untuk masyarakat yang berpotensi menjadi daerah yang rawan narkoba,”katanya.

Lebih lanjut Ia sampaikan menurutnya Kawasan tersebut merupakan kawasan yang sangat strategis dengan lokasi yang memiliki tempat dan ruang publik yang sangat memadai, sehingga hal yang tepat ketika pemuda yang ada dilokasi itu diberikan pelatihan agar kedepan tidak terbujuk rayu dan terjerumus pada akan adanya peredaran narkoba.
“ini desa adat kabupaten Cirebon yang sangat strategis karena menuju kota besar Jakarta ada stasiun ada tempat-tempat untuk publik hari ini akan ada pelatihan yang sudah tadi diresmikan untuk memberikan bekal keterampilan kepada masyarakat yang notabenennya memberikan penguatan ekonomi supaya masyarakat ini mandiri dan tidak terpancing untuk memberikan dukungan terhadap peredaran narkoba yang konon narkoba,”katanya.

H.Mochamad Syafrudin mengucapkan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung langkah untuk penekanan peredaran barang haram itu dengan telah dilaksanakannya berbagai program kegiatan baik pada lingkungan pemerintahan.
“kami sudah ada tugas pokok fungsi di badan Kesbangpol yaitu tp4dn yang akan menindaklanjuti rencana aksi daerah bagian daripada kebijakan pemerintah pusat melalui peraturan presiden, dan yang kedua juga ada tas urine ke ASN maupun ke perangkat desa dan lembaga publik yang lainnya pada prinsipnya pemerintah daerah sangat mendukung,”pungkasnya.

Terpisah H.Maman Kuwu Desa Arjawinangun yang biasa di sapa Kuwu Caim mengucapkan banyak terimakasih atas program Direktorat Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional RI yang telah memberikan pelatihan dan sekaligus alat dan mesin jahitnya kepada seluruh peserta (warganya) yang hadir pada saat itu.
“terimakasih atas program yang diberikan untuk warga kami, kami sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan untuk warga kami,”ucapnya.
Melalui bekal pelatihan dan ditunjang dengan alat yang diberikan, penuh harap Kuwu Caim bisa memberikan dampak perubahan yang signifikan bagi perekonomian warganya selain itu juga untuk warganya bisa lebih inovatif dan mandiri serta terhindar dari bujuk rayu oknum yang menjerumuskan untuk ikut serta mengembangkan peredaran barang haram itu ke wilayah Desanya.
“semoga adanya pelatihan lifeskill warga kami bisa lebih inovatif, mandiri dan perekonomiannya lebih maju, serta tidak tergoda dengan bujuk rayu dari barang itu,”paparnya.
Kemudian H.Maman Kuwu Arjawinangun juga berharap Desa Arjawinangun menjadi desa yang berstatus aman terhindarkan dari peredaran barang itu, dan warganya juga sehat tanpa menikmati atau menggunakan barang yang dilarang oleh hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Saya sebagai Kuwu banyak harap, Desa Arjawinangun menjadi desa yang bersih dari narkoba, dan memiliki status kawasan aman,”harapnya.(Sur)















