Pelita News, Indramayu – Kabupaten Indramayu sebuah daerah di Pantai Utara (Pantura) Jawa dan dikenal dengan sebutan Kota Mangga tidak berlebihan jika berbagai varietas mangga tumbuh dan berkembang di Indramayu, seperti mangga Harum Manis, Cengkir, Gedong Gincu, Bapang, Gajah, dan jenis lainnya. Belakangan, ada jenis mangga varietas baru karya petani Indramayu, namanya mangga Agrimania.
Varietas unggul dengan bobot buah antara 0,5 kilogram hingga 1,8 kilogram ini, awalnya dikembangkan oleh petani Indramayu pada kisaran 2011. Saat itu si Bongsor dari Indramayu ini oleh penemunya dinamakan mangga Agrimania Nunuk.
Karena melihat bentuknya yang unik, bulat seperti buah apel namun ukurannya cukup besar, ditambah rasanya manis dan bijinya tipis dan harga jualnya cukup menjanjikan, akhirnya banyak pihak yang tertarik untuk mengembangkannya. Gayung pun bersambut, penemu varietas unggul ini tak pelit untuk berbagi ilmu. Beragam pelatihan diberikan sala satunya kepada kelompok petani penggarap yang menamakan dirinya Wong Tanggul Ceblok (WTC) Kelurahan Karanganyar Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
Dengan memanfaatkan lahan di belakang Rumah Sakit Pertamina Balongan komplek Perumahan Bumi Patra (Perumahan pekerja PT KPI Unit VI Balongan), seluas 4,5 hektare, poktan WTC menyulap lahan tersebut menjadi kebon mangga sekaligus lahan tumpangsari. Karena selain ditanami manga Agrimania juga ditanami padi dan palawija.
Penanaman awal di komplek Perumahan Bumi Patra dilakukan pada 2018, mereka menanam sebanyak 600 pohon. Dengan bekal adanya pelatihan dan bimbingan dari para pihak termasuk dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Indramayu dan support pendanaan dari Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit VI Balongan, pada 2020 ratusan pohon mangga itu berbuah dan panen perdana.
Saat panen perdana itu, orang nomor satu di Kota Mangga, Indramayu, Nina Agustina turut hadir dan ikut memanen buah mangga Agrimania yang kini menjadi ikonik.
Hebatnya, lagi, Si Bongsor, dalam satu tahun bisa panen sampai dua kali. Panen pertama pada kisaran bulan April dan kedua kisaran Oktober dan November 2023. Hasil panen perdana mencapai 2 ton buah mangga.
Dengan adanya pemanfaatan lahan itu, tentunya sangat membantu para petani penggarap yang tergabung dalam WTC dalam meningkatkan taraf ekonominya. Mereka selain menikmati hasil dari panen buah juga adanya penghasilan tambahan dari panen padi dan palawija.
“Mangga Agrimania bisa panen sampai dua kali. Pertama pada kisaran April 2023 dan kedua kisaran Oktober dan November,” kata Sekretaris Poktan WTC, Sarka.
Melihat potensinya, mangga Agrimania terus dikembangkan. Pengembangan tersebut tidak saja di lahan kosong milik Pertamina namun juga di tempat lain, yakni Desa Rawa Dalem Kecamatan Balongan Indramayu. Bahkan lahan di desa yang menjadi ring satu Pertamina itu jumlahnya lebih luas.
Menjadi satu-satunya di Indramayu, si Bongsor ikut dipamerkan diberbagai even lokal maupun nasional diantaranya pameran lokal Indramayu, Bandung, Bogor, beberapa kegiatan Pertamina di Jakarta.
Saat even di Bogor, bertemu dengan importir dan mereka akan menjagjagi untuk ekspor.
CSR Unit VI Balongan, selain mengembangkan penanaman juga ada pembibitan. Tujuan dari pengembangan Agrimania itu selain membantu meningkatkan perekonomian petani juga program pengurangan emisi karbon.
“Dengan bobot buah antara 0,5 kilogram hingga 1,8 kilogram, mangga Agrimania mendapat julukan si Bongsor dari Indramayu,” kata Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan, Mohamad Zulkifli. (saprorudin)















