Suasana peringatan kemerdekaan RI ke 78 begitu terasa. Hampir semua desa maupun kampung ikut merayakan hasil perjuangan dari para pahlawan-pahlawan terdahulu yang berperang melawan penjajah”.

Pelita News | Kabupaten Cirebon.- Tak terkecuali di Desa Bakung Kidul, di tempat ini, ribuan warga tumpah ruah dijalan raya. Tua, muda hingga anak- anak larut dalam suasana kemeriahan rangkaian peringatan hari kemerdekaan RI ke-78.
Di desa ini, warga secara gotong royong dan swadaya menggelar karnaval kemerdekaan. Tidak hanya dari desa setempat, ada beberapa warga dari desa lainnya juga yang ikut andil memeriahkan pesta rakyat yang digelar di Minggu (20/8) pagi tersebut.
Mereka membuat berbagai ornamen karnaval seperti drumband dari galon, replika burung raksasa, replika paksi berdasarkan kreatifitas masing-masing dengan ketentuan tidak bertentangan dengan hukum.
Tokoh masyarakat Desa Bakung Kidul, Bambang Mujiarto ST yang juga anggot DPRD Provinsi Jawa Barat terlihat berada dirangkaian paling depan dengan menaiki kereta paksi. Ia beserta isteri menyapa warga yang sejak pagi menunggu karnaval ini melintas.
Menurut dia, pelaksanaan karnaval ini adalah bentuk dari gotong royong dan kekompakan masyarakat yang muncul karena semangat memiliki dan untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan yang sudah berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
“Kami apresiasi sekali atas antusias masyarakat, tentu kegiatan seperti ini bisa menjadi hiburan bagi masyarakat dan sarana untuk menyalurkan kreatifitas agar para pemuda tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif,”ujar Bambang.
Ditambahkan Bambang, karnaval ini menjadi bukti bahwa rasa memiliki masyarakat dan menjaga serta mengisi kemerdekaan RI begitu besar. Ini bisa dilihat dari kemandirian dan gotong royong dalam hal pembiayaan kegiatan, masyarakat secara sukarela urunan untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan RI ke 78.
“Sudah seharusnya, kita yang menjadi bagian dari para generasi penerus ini memberikan penghormatan dan apresiasi kepada para pahlawan, apa yang kita lakukan ini tentu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keringat, darah serta air mata para pejuang kemerdekaan pada jaman perjuangan dulu yang harus bertaruh nyawa mengusir penjajah,”imbuhnya.
Semangat perjuangan dan rasa memiliki terhadap bangsa inilah kata Bambang yang harus terus dimiliki dan ditanamkan kepada setiap jiwa para generasi penerus agar keberadaan NKRI serta bendera merah putih akan terus berkibar sampai kapanpun.
“Sekarang tinggal tugas kita yang mengisi pembangunan, Indonesia harus menjadi negara yang besar, negara yang berdaulat dimata dunia. Mulai dari sekarang, mulai dari hal-hal yang kecil, lakukan yang terbaik dan jika terus konsisten saya yakin, Indonesia yang maju sudah bukan angan-angan lagi,”bebernya.
Sementara itu, Ketua Panitia peringatan hari Kemerdekaan RI ke 78, Aji menjelaskan ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dari mulai karnaval kemerdekaan, lomba-lomba, pentas seni budaya Sandiwara dan akan ditutup dengan pengajian umum. @ Bams















