Pelita News Kabupaten Cirebon
Adanya layangan surat yang diduga merupakan pemicu adanya dugaan kuat yang mengarah kepada TK Ulul Azmi yang berdomisili di Desa Gegesik Wetan Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu, membuat Mustofa Kepala Bidang Paud Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon kunjungi TK Ulul Azmi beberapa waktu lalu.
Menurut Mustofa Kabid Paud Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon disela-sela kunjungannya Selasa 27/06 mengatakan, pihaknya mengaku baru menjau secara langsung keberadaan TK Ulul Azmi yang menurutnya keabsahan TK tersebut masih legal dan diakui oleh pemerintah, bahkan Ia juga katakan TK Ulul Azmi bisa melakukan aktivitas seperti biasanya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“kami baru meninjau dan melihat TK Ulul Azmi, dan secara keabsahan masih tetap berjalan, selagi mereka masih ada ijin pendirian dan pertimbangan mereka masih tetap bisa melakukan aktivitas sesuai dengan aturan yang ada,”katanya.
Mustofa enggan banyak komentar berkaitan dengan gedung yang saat ini ditempati oleh TK Ulul Azmi, Ia ucapkan bahwa mengenai gedung dan bangunan lainnya yang menjadi tempat pembelajaran siswa TK Ulul Azmi bukan merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.
“nanti kita musyawarahkan, kalau inikan (mengenai gedung.red) bukan ranah kami, kalau mengenai edukatif dan pendidikan pengelolaan dan ijin-ijinnya itu ranah kami,”ucapnya.
Ia tegaskan, bahwa untuk melegalitaskan ijin untuk lembaga pendidikan tidak mudah, terdapat beberapa ijin yang harus ditempuh sesuai dengan peraturan pemerintah yang ada.
“tidak semudah itu, harus ada ijinnya, seperti ijin operasional yang ada diregulasi seperti dikemedikbud, perbup, harus ada uji kelayakan seperti persyaratan administratif dan non administratif,”tegasnya.
Selain meninjau keberadaan TK Ulul Azmi, Mustofa mengakui bahwa kehadiran juga untuk menampung dan mendengarkan aspirasi diaudensi yang akan dilaksanakan di Balai Desa Gegesik Wetan, untuk kewenangan yang berkaitan dengan dugaan permasalahan yang ada Ia sebutkan merupakan kewenangan Camat setempat.
“kami datang sebagai penampung aspirasi, dan nanti kami mendengar aspirasi dari peserta audensi, nanti semua ranahnya Camat yang ada disini,”paparnya.
Walaupun adanya permasalahan di TK Ulul Azmi, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon masih memperbolehkan TK Ulul Azmi melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ditahun ajaran 2023-2024, hal itu diucapkannya PPDB bisa dilakukan selagi legalitas TK Ulul Azmi masih diakui legalitasnya oleh pemerintah.
“PPDB tetap berjalan, selagi legalitas TK masih legal,”ucapnya.
Mustofa berharap pada pemerintah khususnya Pemerintah Desa Gegesik Wetan agar bisa lebih bijak dalam menangani permasalahan yang ada pada TK Ulul Azmi, pasalnya pendidikan lebih utama dan sangat penting untuk generasi bangsa.
“pemerintah desa agar lebih bijak dalam menangani masalah ini, dan kami mohon karena pendidikan sangat penting,”harapnya.
Sementara itu Kurnia selaku Ketua Yayasan Ulul Azmi Ia akan terus berusaha untuk mempertahankan segala sesuatunya yang sudah ada dan berjalan, Ulul Azmi hadir di Desa Gegesik Wetan untuk memberikan pendidikan khususnya untuk warga yang status perekonomiannya menengah kebawah yang, dan Ia juga mengaku untuk warga yang berada distatus tersebut pihaknya akan memberikan pelayanan pendidikan secara gratis.
“untuk mempertahankan orang yang ada disini, kita disini memberikan pendidikan secara gratis seperti seragam, buku dan SPP semuanya gratis, karena statusnya ekonominya menengah kebawah,”ungkapnya.
TK Ulul Azmi diawal berdiri hingga tiga tahun telah memberikan pendidikan secara gratis untuk seluruh siswanya, bahkan kali ini juga Ia tegaskan akan memberikan pelayanan terbaik untuk pendidikan secara gratis untuk seluruh siswanya.
“tahun ini juga kita gratiskan semua tidak biaya formulir, dan SPP, bahkan tiga selama tiga tahun kemarin kami juga menggratiskan,”sebutnya.
Tak hanya pendidikan gratis yang disodorkan, akan tetapi melalui pendidikan gratis TK Ulul Azmi mencetak lulusan yang mandiri dan siap melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya dan mampu bersaing dengan siswa yang ada
“untuk lulusan TK Ulul Azmi semua siswa bisa mandiri ketika melanjutkan kejenjang pendidikan selanjutnya,”paparnya.
Kurnia mengaku, adanya dugaan polemik ini membuat PPDB tahun ajaran 2023-2024 di TK Ulul Azmi mengalami pengurangan minat orang tua untuk mendaftarkan anaknya di TK Ulul Azmi, sehingga dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumlah siswa yang telah mendaftarkan lebih sedikit, akan tetapi Kurnia tetap yakin dan terus melanjutkan program pendidikan melalui TK Ulul Azmi untuk memperjuangkan pendidikan didunia pendidikan.
“PPDB tahun ini lebih mengurangi, karena sekolah kita dialihkan, namun kami tetap berjuang sebagai pejuang pendidik, karena kita benar-benar memperjuangkan pendidikan,”ujar Kurnia.
Dugaan adanya polemik TK Ulul Azmi, Kurnia memohon dukungan kepada semua pihak agar TK Ulul Azmi tetap berada di lokasi yang sama, melalui pendidikan Ia ingin turut serta membangun wilayah Desa Gegesik Wetan melalui pendidikan, dan mengharapkan semua anak-anak di Desa Gegesik Wetan bisa merasakan pendidikan sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan.
“mohon dukungannya dengan adanya pendidikan di Desa ini, karena saya ingin membangun desa semampu saya secara maksimal, biar anak-anak bisa tetap be
rsekolah disekolah ini,”harapnya.(Sur)















