Indramayu, PN
Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Ditjen Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemkominfo) menggelar sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi Prodeskel, Siskeudes dan Sipades untuk meningkatkan tata kelola layanan pemerintahan di tingkat desa.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari 18 hingga 19 Oktober 2022 secara virtual yang diikuti sejumlah pihak baik tingkat pusat hingga ke tingkat desa termasuk Pemerintah Kabupaten Indramayu turut berperan aktif dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu yang diwakili Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Anri Heriyanto di Indramayu Command Center (ICC), Rabu 19/10/2022.
Sosialisasi dan Bimtek hari ini, merupakan lanjutan kegiatan sebelumnya yang membahas terkait teknis penggunaan aplikasi Sistem Informasi Kawasan Desa Next Generation (SIDEKA-NG) yakni sistem informasi bagi pemerintah desa untuk melakukan tata kelola desa dan membantu pelayanan publik serta aplikasi website desa yang terintegrasi dengan aplikasi lainnya seperti Prodeskel, Siskeudes dan Sipades.
Ditjen Bina Pemerintahan Desa melalui Analis Kebijakan Ahli Muda pada Sub Direktorat (Subdit) Evaluasi Perkembangan Desa Wilayah II Khusus Jawa dan Bali Kustiyaman mengatakan, penggunaan aplikasi profil desa dan kelurahan (Prodeskel) memiliki manfaat yang sangat berdampak dalam jangka panjang karena aplikasi tersebut berfungsi sebagai gudang desa dan kelurahan seluruh Indonesia yang melibatkan pengguna secara berjenjang dari tingkat desa/kelurahan hingga ke tingkat pusat.
Menurutnya, aplikasi yang berisi gambaran menyeluruh tentang karakter desa dan kelurahan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata secara jelas dan transparan terkait dengan kondisi dan perkembangan desa secara menyeluruh di Indonesia, menjadi bahan kebijakan, pedoman arah pengembangan, serta menjadi bahan penilaian dan pengukuran kinerja.
“Dengan aplikasi ini, kita dapat melihat gambaran serta memetakan permasalahan yang dihadapi desa dan kelurahan untuk dapat diupayakan tindak lanjut secara tepat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Anri Heriyanto sangat mendukung dengan upaya peningkatan tata kelola desa dalam rangka tranformasi digital desa yang dilakukan oleh pemerintah pusat yang diharapkan pengelolaan desa di berbagai bidang dapat lebih terstruktur dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih optimal. (saprorudin)















