Indramayu, PN
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menjalankan Program Corporate Social Responsility (CSR) dengan menyentuh seluruh elemen masyarakat, termasuk kepada para penyandang disabilitas.
Salah satu bentuk perhatian yang diberikan yakni melatih para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) B Mutiara Hati Kabupaten Indramayu dalam mengolah jamur tiram menjadi pepes dan nugget jamur tiram. Pelatihan ini diikuti 10 siswa dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Alumni.
Area Manager Communication, Relation and CSR PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balongan, Imam Rismanto mengungkapkan, pelatihan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat sekaligus memberikan motivasi dan kepercayaan diri para siswa tuna rungu di SLB B Mutiara Hati bahwa keterbatasan tidak menjadi penghambat untuk meraih kesuksesan.
“Pelatihan ini kami harapkan bisa memberikan ketrampilan dan keahlian tambahan untuk para siswa, sehingga bisa menjadi bekal untuk membuka usaha secara mandiri,” kata Imam dalam keterangannya, Senin (15/11).
Menurutnya, dalam pelaksanaan pelatihan ini Pertamina RU VI menghadirkan ibu Nuriyah sebagai instruktur pelatihan yang juga merupakan salah satu penerima manfaat dari Program Kemitraan (PK) CSR Pertamina.
“Selain pelatihan, fokus kami kedepan adalah memberikan edukasi bagaimana teknik pemasaran agar produk yang dihasilkan laku dipasaran,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SLB B Mutiara Hati, Cicih Arningsih merasa bersyukur atas perhatian yang diberikan Pertamina Balongan kepada siswa disabilitas yang dipimpinnya. Menurutnya kepedulian yang diberikan Pertamina RU VI ini sangat bermanfaat untuk membentuk kemandirian siswa nantinya.
“Terima kasih Pertamina, semoga siswa SLB Mutiara Hati bisa menyerap ilmu yang diajarkan sehingga kelak bisa menjadi solusi peluang usaha,” akunya senang.
Diketahui, pelatihan tata boga membuat olahan jamur tiram ini bukan yang pertama kali diberikan di SLB Mutiara Hati, sebelumnya pada 2019 Pertamina RU VI Balongan juga pernah memberikan pelatihan serupa.
Kegiatan tata boga di SLB Mutiara Hati ini sendiri merupakan sub vokasi yang secara rutin nantinya akan dilakukan setiap Jumat, sehingga para siswa bisa semakin maksimal dalam melakukan pembelajaran. (saprorudin)















