Kabupaten Cirebon, PN
Strategi penanganan sampah termasuk sampah yang menumpuk disaluran irigasi memang sangat diperlukan secara komprehensif oleh karena itu sudah seharusnya pengelolaan sampah mulai dari tingkat desa sangat diperlukan untuk mengurangi debit sampah.
Warga desa Dawuan Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon keluhkan macetnya saluran irigasi yang diduga milik atau punya PSDA dan bahkan saluran ini dekat diduga dengan rumah Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag yang berlokasi diperbatasan blok Wuni dan blok Desa, Rw 04 dan Rw 01 dengan banyaknya tumpukan sampah dan air tidak mengalir sehingga menimbulkan bau tidak sedap.
Sejumlah warga menduga kondisi sampah yang menumpuk seperti itu akibat air disaluran tersebut tidak mengalir.
” Kami merasa terganggu dengan bau tidak sedap yang ditimbulkan tumpukan sampah, jelas mengganggu sekali baunya ” ujar Us Us Ruchiyat salah seorang warga setempat yang didampingi Budi Siswanto, Kumaedi dan Andi sebagai Ketua Rt 03 Rw 04 pada Wartawan Harian Pelita News, senin ( 2/8/21 )
” Saya sebagai salah sorang warga menekankan agar program pengentasan sampah disaluran irigasi tersebut harus dituntaskan segera dan tak ada tawar menawar lagi ” tegasnya.
Lanjutnya warga mengharapkan tindakan dari Pemerintah Desa Dawuan untuk menangani masalah ini termasuk dinas terkait untuk menindaklanjuti saluran irigasi yang banyak dengan tumpukan sampah karena sudah merugikan warga setempat dengan bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh tumpukkan sampah tersebut ” tumpukkan sampah harus dapat diselesaikan dengan segera, tuntas dan selesai ” ucapnya.
Pemerintah desa jangan pasrah harus dapat menyelesaikannya ” harus berkoordinasi atau jemput bola ke dinas terkait dan harus memperhatikan masyarakat atau warga sekitar karena ini penting ” jadi harus benar benar diperhatikan ” pungkas warga desa Dawuan Us Us Ruchiyat yang masih didampingi warga lainnya Budi Siswanto dan Kumaedi serta Ketua Rt 03 Rw 04, Andi ( Nurzaman )















