Indramayu,PN
Dikawasan Pantai Utara Indramayu, pusat perdagangan sandangkota Jatibarang, masih menjadi trend fashion bagi masyarakat kalangan bawah dan menengah. Kehadirannya setiap dua minggu sekali yaitu setiap Rabu dan Minggu,selalu ditunggu masyarakat.
Ada pemandangan yang sangat bebeda pada Minggu (2/5) kemarin, ribuan orang yang ingin berbelanja jelang Idul fitri untuk membeli berbagai keperluan pakaian keluarga , memadati hinggga terjadi kemacetan Panjang.
Keberadaan pasar Pasar Sandang di Kabupaten Indramayu, selama ini dikenal sebagai pasar tumpah Namun, setiap memasuki bulan Ramadan pasar tumpah yang berlokasi di Jalan Mayor Dasuki, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, selalu diserbu masyarakat berbagai lapisan untuk membeli pakaian baru. Bahkan saat seperti sekarang, sepekan sebelum Lebaran, masyarakat yang berbelanja semakin ramai.
Menurut salah saorang pedagang Nardi, 45 mengaku omzetnya naik drastis saat memasuki bulan suci Ramadan. Pada hari Minggu atau Rabu bulan-bulan biasanya, omzetnya hanya Rp4-5 juta. Nah, pada saat Ramadan omzet penjualannya naik menjadi Rp10-12 juta. “Kebanyakan pembeli untuk kebutuhan Lebaran. Mereka membeli secara grosir dalam jumlah besar,” katanya.
Bagi para pembeli yang datang dari berbagai wilayah bukan hanya warga Indramayu namun juga warga kabupaten tetangga seperti Majalengka, Cirebon , Subang hingga Sumedang selalu berbelanja baik untuk kebutuhan pribadi atau untuk kembali di jual di daerahnya.
Demikian pula bagi pedagang sandang ini datang dari berbagai wilayah dan mulai berjualan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Para pembeli bukan hanya dari Kabupaten Indramayu, tapi juga berasal dari sejumlah wilayah III Cirebon. “Saya membeli kebutuhan baju-baju lebaran untuk keluarga dan anak-anak. Selain modelnya juga cukup bagus, harganya juga murah,”kata Ny. Taryati Warga Desa Tambak Indramayu.
Dia mengaku, di Pasar Sandang Jatibarang banyak pilihan pakaian dan jenis yang diinginkan. Para, pedagang juga menjual pakaian dengan varian yang berbeda-beda. Bahkan dibandingkan dengan harga di supermarket atau mal, harga pakaian di Pasar Sandang Jatibarang harganya bisa 50% lebih murah. “Uang untuk kebutuhan Lebaran juga menjadi lebih irit,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh ibu muda lainnya, Icha Novia (27) asal Desa Sindang Kecamatan Sindang Indramayu Ia mengaku bila sudah menjadi tradisi jelang lebaran selalu berbelanja pakaian di pasar sandangJatibarang “Saya sudah langganan setiap menjelang lebaran yang jelas harganya cukup murah meski memang harus berpanas-panasan namun jadi lebih irit karena ramah dikantong,” tutur dia.
Ia mengaku dengan membawa uang tidak kruang dari Rp.700 ribuan saja sudah mendapatkan semua pakaian kebutuhan suami, dirinya serta anak simata warangnya.” Kalau pakaian des\wasa cukup gampang didapat, namun untuk pakaian anak dibawah 1 tahun memang masih sulit, namun akhirrnya dapat juga setelah berjuang berdesak=desakan dengan pengunjung lainnya,” ungkapnya.
Pada penjualan sepekan sebelum lebaran ini, menurut pengakuan sejumlah pedagang, memang mengalami peningkatan penjualan yang cukup lumayan, dibanding pada hari biasanya. Seperti diungkapkan Daddi (47 ) pedagang pakaian asal Cirebon, jumlah penjualan cukup lumayan jelang lebaran ini.” Lumyan mas , penjualan menjelang lebaran ini, dibanding pada hari pasaran biasa. Kini omset penjualan mengalam peningkatan cukup lumayan, barangkali rejeki dan berkahnya ramadahan mas,” ungkapnya***( Ichsan)















