Pelita News I Indramayu – Sebanyak 975 atlet pencak silat dari berbagai daerah mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Piala Bupati dan Piala Dandim. Kejuaraan yang diikuti peserta dari Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) dan Kabupaten Subang ini digelar di GOR Singalodra, Kabupaten Indramayu, Jumat (30/1/2026).
Ajang ini menjadi bukti tingginya antusiasme serta potensi besar pencak silat di wilayah Ciayumajakuning.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Dr. Ahmad Syadali, M.Ed., mewakili Bupati Indramayu, menyampaikan bahwa Indramayu memiliki talenta olahraga yang luar biasa, khususnya di cabang pencak silat, dengan deretan prestasi yang telah mengharumkan nama daerah.
“Indramayu memiliki talenta luar biasa, sehingga banyak prestasi yang sudah gemilang, sala satunya di pencak silat. Karena itu kegiatan hari ini kami support dari Kabupaten Indramayu. Saya yakin dibawah kepemimpinan beliau, Indramayu mampu menghadirkan event seperti ini tanpa harus mengeluarkan biaya dari APBD, tetapi tetap bisa terlaksana dengan baik,” ucapnya.
Ahmad Syadali berharap prestasi atlet pencak silat Indramayu tidak hanya bersifat insidental, tetapi dapat berkelanjutan dan terus menorehkan capaian di tingkat regional maupun nasional.
Ia juga optimistis, di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim, berbagai event olahraga tetap dapat diselenggarakan di Indramayu meski tanpa menggunakan anggaran dari APBD.
“Peserta kejuaraan ini bukan hanya dari Indramayu. Alhamdulillah, ada juga dari kabupaten dan kota tetangga. Jadi selain perguruan dari seluruh wilayah Indramayu, mulai dari timur hingga barat, juga ada peserta dari luar daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Penasihat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 1922 Indonesia Cabang Indramayu, Sertu Budiarto menjelaskan bahwa Kejuaraan Nasional ini diikuti oleh 975 peserta dari berbagai kabupaten, khususnya Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) dan Kabupaten Subang.
“Untuk kategori yang dipertandingkan meliputi tanding usia dini, pra usia dini, pra dewasa, hingga dewasa,” jelasnya.
Ia berpesan kepada seluruh atlet yang bertanding agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas serta nilai persaudaraan antarperguruan. Menurutnya, pencak silat merupakan warisan seni budaya bangsa yang harus dijaga nilai-nilai luhur dan kebersamaannya.
“Pencak silat berasal dari kesenian dan budaya sejak zaman dahulu. Jadi sportivitas dan persaudaraan antarperguruan harus tetap kita junjung tinggi,” ucapnya.
Ketua IPSI Kabupaten Indramayu, H. Fajar Ismadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan Pancasila Champions League 2026 di Indramayu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Menurutnya, Indramayu memiliki rekam jejak prestasi pencak silat yang luar biasa dan telah banyak mencatatkan capaian gemilang diberbagai level kejuaraan.
Ia berharap, Indramayu tidak hanya sekali atau dua kali dikenal di tingkat nasional maupun internasional, namun ke depan bisa terus dipercaya menjadi tuan rumah event-event besar.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pihak yang selama ini mendukung IPSI.
“Terima kasih kepada Pak Kadispara dan jajaran yang selalu memberi dukungan, terutama dalam perizinan dan armada saat kami bertanding ke luar daerah. Support mental ini sangat besar artinya bagi motivasi atlet-atlet kami,” katanya.
Fajar menambahkan, sejumlah atlet pencak silat Indramayu telah menorehkan prestasi membanggakan, mulai dari tampil di ajang dunia hingga meraih medali emas dan lolos seleksi nasional, bahkan ada yang kini direkrut di Sekolah Olahraga Ragunan dengan beasiswa.
“Kami juga mengapresiasi seluruh stakeholder, termasuk Dispara, Kodim sebagai base camp kami, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan semua pihak yang telah berkolaborasi memajukan pencak silat di Indramayu,” tutupnya. @safaro















