Cirebon | Pelita News.- Sebuah momen penuh makna dan spiritualitas tersaji di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, saat 34 Bhante/Bhikku dari Thailand dan Amerika Serikat menjalani Thudong 2025, perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur dalam rangka peringatan Hari Waisak.
Rombongan biksu internasional ini memasuki wilayah Cirebon melalui Desa Jatianom, Kecamatan Susukan, pada Sabtu (26/4) pagi, dengan pengawalan ketat namun penuh kehormatan dari unsur TNI Garnisun, Kodim 0620, Polresta Cirebon, serta Laskar Macan Ali. Kehadiran mereka langsung menarik perhatian masyarakat yang antusias menyambut dengan penuh hormat di sepanjang rute yang dilewati.
Dalam perjalanannya, para bhikku melintasi sejumlah desa seperti Rawagatel dan Tegalgubug, lalu beristirahat di Kompi 4 Batalyon C Sat Brimob Polda Jabar di Desa Winong, Kecamatan Gempol, tempat mereka bermalam dengan tenang.
Thudong merupakan tradisi kuno para biksu Buddha, menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki sebagai bentuk latihan batin, meditasi, dan penghormatan terhadap ajaran Sang Buddha. Kegiatan ini rutin digelar menjelang Hari Waisak dan menjadi simbol perdamaian dan ketekunan spiritual.
Uniknya, rombongan ini tidak hanya menebar vibrasi damai, tetapi juga menunjukkan harmonisasi kehidupan beragama di Indonesia. Warga Muslim Cirebon yang mayoritas justru tampak antusias dan turut menjaga suasana kondusif di sepanjang rute. Pengawalan dari unsur TNI/Polri serta dukungan simpatisan masyarakat menunjukkan bahwa toleransi hidup berdampingan bukan hanya slogan, tetapi kenyataan yang hidup di bumi nusantara.
Besok (27/4), para bhikku dijadwalkan melanjutkan perjalanan melewati Jl. Pembangunan Kota Cirebon dengan rute: Mako Brimob Winong – Vihara Jamblang – Vihara Pasar Kue Palimanan – Jl. Tuparev – hingga Kota Cirebon, sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir Candi Borobudur.
Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan penuh khidmat, serta menjadi pengingat indah bagi publik, bahwa perbedaan keyakinan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan budaya yang layak dirayakan bersama.@Bams















