Indramayu.PN
Sekian banyak pantai wisata di Indramayu penuh pengunjung, hal ini pantai Tirtamaya kian penuh pengunjung dari berbagai kalangan. Minggu (23/11)
Menurut pengunjung asal kecamtan Sindang Ria Oktavianti (29) mengatakan pantai Tirtamaya merupakan Faforit bagi anak anak, karena lokasi pantai yang bersih sehingga tidak jarang sejumlah anak kecil menjadi betah bermain, disamping mudah di jangkau tiket masuk ke lokasi pantai tidak begitu mahal sehingga masyarakat berantusias menikmati hari libur.
Anak anak yang menikmati air laut pun tidak sedikit bahkan sampai orang dewasa ikut mendampingi di putra putrinya ikut menik mati mandi di pantai. Setelah sekian lama masa pandemi pantai Tirtamaya sempat sepi pengunjung , bahkan perekonomian termasuk anjlok hingga 180 derajat, akan tetapi setelah masa pandemi sedikit demi sedikit berangsur pulih pantai Tirtamaya menjadi ramai ” sekalipun masa pandemi mulai berangsur pulih warga pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan” ujar Ria
Dengan ramainya wisata pantai Tirtamaya , maka banyak para pedagang di lokasi wisata tersebut, sehingga tingkat perputaran uang terus mengalir muda mudahan dengan situasi pandemi yang sedikit mulai berangsur membaik dapat memulihkan perekonomian masyarakat Indramayu pada umumnya. Bukan saja para pedagang yang mendapat keberuntungan , termasuk orang yang menyewakan tikar untuk para pengunjung ikut menikmati rizki dari pantai tersebut.
Menurut Yanto (35) yang bisa menyewakan tikar bagi para pengunjung mengatakan , diakui hampir dua tahun ini pantai Tirtamaya sepi pengunjung,akibat wabah Corona yang terus menghantui masyarakat. Namun setelah kondisi mulai membaik di kepemipinan Bupati Nina Agustina , masyarakat tidak lagi ada rasa kuatir berlebihan terhadap kondisi pandemi. Sekarang pantai Tirtamaya menjadi satu-satunya wisata pantai di Indramayu yang banyak dikunjungi masyarakat, bahkan bukan hanya masyarakat Indramayu saja melainkan pengunjung dari luar kabupaten pun terus berdatangan, para pengunjung yang hendak memasuk kr area pantai tetap harus memathui protokol kesehatan.” Alhamdulillah kami bisa kembali bekerja sekalipun menjadi penyewa tikar” pungkas Yanto (Duliman)















