Pelita News, Kab. Cirebon.
Upaya Pemerintah Untuk mengurangi kerawanan pangan menekan angka kemiskinan, gizi buruk, dan pengendalian inflasi, pemerintah pusat menggulirkan Penyalurkan Cadangan Pangan dalam Melalui Badan Pengendalian Pangan (BPN) dalam bentuk bantuan pangan untuk masyarakat Indonesia dan penyaluran langsung ke bawah turun ke masyarakat, perguliran bantuan tersebut sampai kewilayah Kecamatan Palimanan di antaranya Desa Cilukrak dan Kepuh dan dinanti warga kedua Desa Hingga berjubel menunggu antrian untuk mendapatkan jata beras Senilai 10 Kilogram di halaman kedua Desa masing-masing Para Keluarga Penerimah manfaat (KPM). Senin, 11/04/2023
Bantuan pangan berbentuk beras diberikan Pemerintah pada masyarakat merupakan bentuk kepedulian Negara pada masyarakat pada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 10 kg per KK alokasi dibulan Maret di salurkan pada hari Senin 11 April 2023 diterimah Warga Desa Cilukrak dan Desa Kepuh Kecamatan Palimanan, disalurkan untuk warga yang berisiko tengkes ( stunting ) sesuai database BKKBN tahun 2023.
Penyaluran Bantuan Pangan tersebut Fasilitasi Oleh PT Pos Indonesia Cabang Cirebon serta Pemdes masing-masing dan di monitor langsung oleh Kepolisian Sektor Gempol Polresta Cirebon Polda Jabar bersama Anggota Babinsa 0620/16 Koramil Gempol, para Kuwu dan Perangkat Desa Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon.
Sasaran penyaluran bantuan pangan berupa beras di berikan langsung pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk keseluruhan penerima bantuan Pangan beras di Desa Cilukrak sebanyak 470 KPM dan Desa Kepuh 588 KPM. Dan penyaluran Bantuan Pangan Beras di desa Cilukrak berlangsung mulai Jam 8: 00 hingga Tengah hari dan penyaluran di Desa Kepuh mulai dari jam 13:00 Hingga Malam Hari.
Kuwu Kepuh Maskari menyampaikan pada awak media Pelita News, Alkhamdulillah Bantuan Pangan Yang di berikan Pemerintah Pusat melalui Bulog Ke warga kami khususnya Penerimah Keluarga Harapan (PKH) yang berjumlah 588 KK mudah-mudahan dapat bermanfaat dalam Memenuhi Kebutuhan pangan sehari-hari, apalagi khususnya untuk para Jompo yang tidak lagi bisa bekerja dan untuk masyarakat yang benar-benar sedang membutuhkan. Pungkasnya. (Hartono).















