CIrebon | Pelita News.- – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-10 MSP Indonesia di Desa Sukadana, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, bukan sekadar seremoni. Momentum ini menjadi titik penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi MSP Indonesia yang selama satu dekade terakhir dinilai konsisten mendampingi petani.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-10 kepada MSP Indonesia. Kontribusinya kepada petani sudah nyata dan tentu membutuhkan kerja keras luar biasa,” ujarnya.
Ia menegaskan, bertambahnya usia organisasi harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan dampak di lapangan.
“Semakin bertambah usia, harus semakin baik. Kami berharap MSP terus berperan aktif dan memberi kontribusi lebih besar bagi petani di Kabupaten Cirebon,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengungkapkan adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui bantuan irigasi dan pompa air dari Kementerian Pertanian. Program ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan dukungan DPRD Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat sektor pertanian.
Dari sisi potensi, Kabupaten Cirebon memiliki lahan pertanian yang cukup luas, mencapai sekitar 107 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 52.460 hektare merupakan lahan sawah, dengan 40 persen atau sekitar 43.700 hektare masuk kategori Lahan Baku Sawah.
Pemerintah daerah juga terus menjaga keberlanjutan lahan melalui kebijakan perlindungan. Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) masih dapat dialihfungsikan dalam kondisi tertentu melalui mekanisme pusat. Namun, untuk lahan yang sudah masuk kategori LP2B atau KP2B, alih fungsi tidak diperbolehkan.
Dari sisi produktivitas, hasil panen padi di Cirebon rata-rata mencapai 6–7 ton per hektare, sementara jagung berkisar 4–5 ton per hektare.
Meski demikian, tantangan masih besar.
Kebutuhan bahan baku industri pengolahan hasil pertanian di Jawa Barat terus meningkat. Bahkan, terdapat pabrik yang membutuhkan pasokan hingga 3.500 ton per hari. Sementara itu, kemampuan pasokan dari wilayah Jawa Barat baru mencapai sekitar 2.000 ton per hari.
Kondisi ini membuat industri harus mencari tambahan pasokan dari daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Melihat peluang tersebut, Agus mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara MSP Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan produksi dan memperkuat ketersediaan pangan lokal.
“Kami sangat mengapresiasi MSP dan berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah terus ditingkatkan untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di Cirebon,” pungkasnya.@Bams















