Pelita News | Cirebon Timur – Kabupaten Cirebon memiliki potensi perikanan laut yang besar terutama di wilayah pesisir.
Perikanan laut merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi masyarakat pesisir. Sayangnya, kini koperasi nelayan pakem, tidak lagi berfungsi seperti di era sebelumnya.
Tokoh Masyarakat Cirebon Timur, Wa Durji mengungkapkan bahwa semua nelayan lelang di koperasi nelayan.
Padahal jumlah perahu nelayan khususnya di Kecamatan Gebang terhitung banyak dan di perkirakan mencapai 1700 perahu.
“Untuk ukuran kurang dari 5 GT ada sekitar 1400 perahu dan yang 5-10 GT di kisaran 43 perahu. Jika semua lelang, ini akan menambah pendapatan desa maupun daerah baik kabupaten maupun provinsi,“ ungkapnya.
Wa Durji pun menuturkan, penyebab nelayan enggan mengikuti lelang di koperasi adalah akses dari muara menuju sandaran yang sangat padat perahu, sehingga lalulintas sungai pun terhambat. Ini PR bagi pemerintah, sebab bila situasinya terus menerus seperti ini (akses padat), maka tidak mungkin koperasi bisa berjalan sebab perahu yang tidak dapat melewati akses (koperasi lama).
“Oleh karena itu kami masyarakat menghimbau kepada pemerintah agar dapat menyediakan perumahan nelayan khususnya di sepanjang sungai sampai ke Pantai Baro, baik di sebelah timur sungai maupun sebelah barat sungai. Ini akan efektif untuk menata perahu supaya tidak mengumpul di satu tempat.
Bila ada perumahan, logikanya nelayan akan menyandarkan perahunya pasti di dekat rumahnya sendiri,“ ujarnya.
Ia pun kembali mengingatkan, berapa pun bangunan gedung koperasi di buat, maka hasilnya akan zonk. Hal ini karena faktor penyebab lalulintas perahu yang padat. Ini sebuah Fakta !
“Sekarang sudah dibangun koperasi baru (PPI), asal belum ada perumahan di sepanjang sungai hasilnya tetep nihil. Nelayan tidak akan dapat lelang karena koperasi jauh dari pemukiman penduduk. Coba bila semua dapat terealisasi atau dibangunnya perumahan nelayan di sekitar aliran sungai, nelayan pun akan mau ikut lelang. ini logika,“ terang pria kelahiran Cirebon Timur, 1 Desember 1969 ini.
Kemudian, lanjut dikatakan Wa Durji, ada beberapa cara dalam melakukan pembenahan koperasi. Diantaranya bentuk pengurusnya, siapkan tenaga profesionalnya, cari pengurus yang berdedikasi dan sungguh-sungguh bertujuan ingin membesarkan koperasi.
“Selain itu, cari pengurus yang mau bekerja keras tanpa pamrih dan memiliki jiwa semangat yang tinggi. Ini semua tentunya tidak luput juga dukungan dari berbagai element dilingkungan wilayah Gebang,“ pungkasnya. @Ries















