Pelita News, Indramayu – Anggota Komisi VI, DPR RI, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM satuan kerja Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah Republik Indonesia (KemenkopUKM RI) terus melakukan sosialisasi dana bergulir. Sosialisasi itu terus dilakukan karena LPDB KUMKM belum ada kantor di daerah.
Sosialisasi sala satunya disampaikan kepada masyarakat dan pelaku UMKM Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu di Gedung Serba Guna BUMDes Harapan Baru desa setempat, Minggu (229/10/2023).
Hadir sebagai pembicara, Koordinator Protokol LPDB-KUMKM, Nurhasan dan Pembina Umum UMKM Mitra Sehati Kabupaten/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu, dr. Hj. Ratnawati, MKKK.
“Harus diperbanyak sosialisasinya ke daerah sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan pelaku UMKM bahwa ada lembaga pembiayaan yang bunganya murah, prosedur mudah dan akseskan gampang cukup melalui website,” kata Hero sapaan akrabnya usai sosialsiasi.
Menurutnya, sosialisasi ini sudah tepat dan kedepan terus dilanjutkan.
Ia tidak menampik program dana bergulir Tahun Anggaran (TA) 2023 selesai di bulan Oktober. Namun demikian karena dana bergulir sangat bagus dan muaranya membangkitkan perekonomian masyarakat maka pihaknya akan mencoba membicarakan lagi untuk dua bulan kedepan apakah masih ada dana sisir yang akan disosialisasikan ke tempat-tempat lain.
“Mudah-mudahan warga semakin semangat, bisa mendapatkan permodalan yang menjadi alternatif selain mayoritas masyarakat sini ternyata sudah menggunakan dari Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekar,” ucap Anggota Fraksi Demokrat ini.
Sementara itu, Koordinator Protokol LPDB-KUMKM, Nurhasan membenarkan sosialisasi LPDB KUMKM selesai di bulan Oktober.
Ia mengaku di Indramayu sudah tidak asing lagi karena di Kota Mangga ini sudah ada beberapa mitra seperti Primkopti, dan KSP Mitra Jasa Indramayu.
Adapun tujuan dari penyaluran dana bergulir itu kata dia, untuk mensejahterakan masyarakat, pelaku usaha yang tadinya bergantung kepada bank rentenir namun setelah ada LPDB yang disalurkan ke koperasi masayarakat dan pelaku usaha bisa bergabung ke koperasi yang telah mengakses ke LPDB-KUMKM.
Artinya kata dia, pelaku UMKM sendiri yang langsung pinjam ke koperasi baik sebagai anggota maupun tidak namun diutamakan sebagai anggota karena akan ada keuntungan lain seperti adanya pelatihan, dan sebagainya.
Menurutnya, dari target penyaluran sebesar Rp1,8 triliun (T) sudah terserap sekira Rp1,3 T, sisa Rp500 miliar yang belum tersalurkan.
“Kami optimis sampai akhir tahun insyaAllah target penyaluran akan tercapai,” ucapnya. (saprorudin)















