Pelita News Kabupaten Cirebon
Persitiwa kecelakaan tunggal menewaskan anak dan istri Sopir, Truck pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, mengalami kecelakaan tunggal di area parkir Wisata dan RM Arunika Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan Kamis (15/08/24) korban adalah kularga sopir Truck nahas tersebut.
Musibah kecelakaan tergulingnya Truck yang menelan korban jiwa keluarga sopir nya itu sekira pukul 14.00 WIB terlihat Truck milik DLHK bernopol E 8001 Z yang dikemudikan Dikdik Junaedi (27) warga Dusun Manis RT 002/001 Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana ini adalah PLH DLHK, peristiwa Kecelakaan lalin ini di terangkan PJ Bupati Kuningan H. R Iip Hidajat Terkait kondisi Mobil Truck pengangkut sampah. Jumat (16/08/24) usai Rapat Paripurna di DPRD.
Menurutnya kendaraan DLH khususnya Truck pengangkut sampah memang sudah Tua tua usiannya dan jauh dari ideal operasional, kebutuhan Truck pengangkut sampah 50 unit namun yang sekarang ada hanya 21 unit, secara teknis operasional jauh dari kata ideal, namun itu semua akan di jadikan bahan evaluasi kedepan.
Menjawab pertanyaan awak media ini, Pj Bupati Iip, mengaku bahwa pihaknya menerima informasi dari DLH. “Saya mendapat telfon dari Kadis LHK bahwa ada salah satu Truck pengangkut Sampah pengemudinya membawa keluarganya ketika mengambil sampah di satu titik kemudian tidak terkendali akhirnya Truck mundur dan jatuh, istrinya meninggal di tempat kemudian diberi pertolongan langsung di bawa ke Rumah Sakit,
Saya lihat istrinya sedang dipulasara, suaminya sedang dirongten, anak bungsunya sedang diberi pertolongan, secara bathin sangat sedih, anak kecil yang masih bayi itu Saya pegang tangannya terasa sangat dingin, kemudian Saya ketemu keluarganya kami menyampaikan ras duka yang mendalam, kemudian petugas dari Polres juga datang dan langsung diproses saja, “Kemudian Saya pamit langsung berangkat ke Bandung karena ada kegiatan, dalam perjalanan Saya mendapat kabar bahwa anak bayi itu juga meninggal,” terang Pj Bupati Iip.
Dari peristiwa ini semua akan dievaluasi mulai dari kondisi Truck oprasional angkutan sampah kelaikan dan lain sebagainya, begitupun TPSA setelah Saya lihat seudah tidak mungkin muat karena daya tampung itu tinggal sedikit lagi penuh makanya kami harus segera melakukan persiapan tempat, “Kalau tidak disiapkan dari sekarang ini akan menjadi maslah besar di kemudian hari, kami sedang menjalankan program penanganan jangka pendek dulu. Mana yang harus lebih dulu dalam pembelanjaan, karena mengingat anggarannya, kegiatan kegiatan hari perayaan Kuningan saja banyak yang di batalkan,” tetangnya (Mans Bom)















