

Kabupaten Cirebon Pelita News
SMAN 1 Sumber Kabupaten Cirebon di penghujung tahun 2025 kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi non akademik siswa, melalui penyelenggaraan kegiatan olahraga tahunan yakni turnamen futsal antar pelajar bertajuk SMAN1S Super League (SSL 26).

Turnamen futsal antar pelajar ini menjadi salah satu agenda unggulan sekolah yang secara konsisten dilaksanakan sebagai wadah pembinaan bakat, prestasi, serta karakter siswa.
Kegiatan SSL 26 digelar di lingkungan SMAN 1 Sumber dan disambut dengan antusias oleh seluruh warga sekolah. Sejak hari pertama, suasana kompetisi telah terasa meriah dengan kehadiran para peserta, panitia, serta siswa-siswi yang memberikan dukungan langsung di sekitar lapangan. Turnamen ini menjadi ajang yang dinantikan karena tidak hanya menyajikan pertandingan olahraga, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antar siswa.

Janata pembina OSIS SMAN 1 Sumber menjelaskan, diadakannya SSL 26 bertujuan untuk mencari bibit unggul siswa di bidang olahraga, khususnya olahraga futsal, serta meningkatkan sikap sportivitas antar siswa. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan daya juang, mental kompetitif, dan semangat pantang menyerah siswa SMAN 1 Sumber. Melalui kompetisi yang sehat, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan diri sekaligus membentuk karakter yang kuat.
“dalam dunia pendidikan, kegiatan olahraga memiliki peran strategis dalam membangun kepribadian siswa. Melalui SSL 26, siswa dilatih untuk menghargai aturan, menjunjung tinggi fair play, menghormati lawan, serta belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap dewasa. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter siswa di lingkungan sekolah,”jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Janata, persiapan penyelenggaraan SSL 26 dilakukan secara matang oleh panitia yang terdiri dari siswa-siswi OSIS dengan pendampingan guru serta dukungan penuh dari pihak sekolah, tak hanya itu tahapan persiapan juga meliputi pembentukan kepanitiaan, penyusunan jadwal pertandingan, pembagian tim, penyiapan sarana dan prasarana, hingga pengaturan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“persiapan demi persiapan yang matang oleh semua panitia disusun dan dibentuk, sehingga menghasilkan turnamen yang bermutu dan seru serta sukses tanpa ekses,”katanya.

Ia juga menyebutkan terkait proses pelaksanaan SMAN1S Super League (SSL) 26 yang berlangsung selama lima hari, yakni pada 11–12 dan 15–17 Desember 2025. Turnamen ini diikuti oleh 18 tim yang merupakan gabungan dari dua kelas. Selama pelaksanaan, setiap pertandingan berjalan dengan tertib dan kompetitif, dipimpin oleh wasit yang telah ditunjuk, serta mendapat antusiasme tinggi dari para peserta maupun penonton. Suasana pertandingan yang kondusif mencerminkan semangat sportivitas dan kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam penyelenggaraan SSL 26.
Selama lima hari pertandingan, para pemain menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Strategi permainan, kekompakan tim, serta kemampuan individu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Sorak sorai penonton yang memenuhi area pertandingan turut menambah semangat para pemain, menjadikan SSL 26 sebagai salah satu kegiatan paling meriah di lingkungan SMAN 1 Sumber.
“Alhamdulillah, pelaksanaan kegiatan tahunan ini berlangsung kondusif, sejak dimulai hingga diakhir kegiatan semua berjalan sesuai harapan,”ucapnya.

Janata, menyampaikan bahwa kegiatan SSL 26 merupakan sarana penting dalam pembinaan siswa. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan minat dan bakat, termasuk di bidang olahraga.
“Kegiatan SSL 26 ini bertujuan untuk mencari bibit unggul siswa, meningkatkan sikap sportivitas antar siswa, serta meningkatkan daya juang siswa SMAN 1 Sumber. Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar tentang disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab,” ujar Janata.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan SSL 26 yang diikuti oleh 18 tim gabungan antar kelas menunjukkan tingginya antusiasme siswa terhadap kegiatan olahraga. Hal tersebut menjadi bukti bahwa futsal merupakan salah satu cabang olahraga yang diminati dan perlu terus dikembangkan di lingkungan sekolah.

Janata juga berpesan kepada seluruh siswa agar menjadikan SSL 26 sebagai pengalaman dan pembelajaran berharga. Ia berharap melalui kegiatan ini, siswa SMAN 1 Sumber dapat memiliki sikap sportivitas yang tinggi serta mampu berkembang menjadi bibit-bibit unggul dan kompeten dalam setiap perlombaan, baik di tingkat sekolah maupun di luar sekolah.
Selanjutnya, selain memberikan dampak positif bagi peserta, SSL 26 juga menjadi pengalaman berharga bagi panitia penyelenggara. Melalui kepanitiaan, siswa belajar tentang manajemen acara, kerja sama tim, komunikasi, serta tanggung jawab. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.
Dirinya juga beranggapan bahwa pihak sekolah menilai SSL 26 sebagai kegiatan yang sangat positif karena mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aktif, dinamis, dan produktif. Kegiatan ini juga memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan antar siswa dari berbagai kelas.
Menatap ke depan, Janata berharap agar SSL 27 yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang dapat diselenggarakan dengan lebih baik, lebih profesional, dan lebih inovatif. Ia berharap partisipasi siswa semakin meningkat serta dukungan dari berbagai pihak semakin kuat.
“semoga kompetensi ini ditahun yang akan datang lebih meriah dan lebih banyak lagi tim yang mau berpartisipasi memeriahkan acara seperti ini,”ungkapnya.
Selain itu, diharapkan dari ajang SSL 27 nantinya dapat lahir atlet-atlet futsal berprestasi yang mampu mengharumkan nama SMAN 1 Sumber di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Hal ini sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan berdaya saing.
“dari ajang ini, kedepannya diharapkan bisa mencetak dan dimiliki bibit unggul atlet futsal SMAN 1 Sumber yang tercipta dari kompetisi ini,”harapnya.
Dengan terselenggaranya SMAN1S Super League (SSL) 26, SMAN 1 Sumber kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pengembangan minat, bakat, dan karakter siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi positif yang memberi manfaat besar bagi seluruh warga sekolah.(Tim)















