Pelita News | Cirebon Timur – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk memastikan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjamin kualitas dan keamanan makanan, distribusi tepat sasaran, dan pengawasan yang ketat. Komitmen ini melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, TNI Polri dan organisasi profesional.
Program ini adalah sebuah inisiatif prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan asupan gizi masyarakat Indonesia, terutama kelompok rentan anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Adapun dapur SPPG Yayasan Bhakti Nurul Kalam Susukanlebak saat ini fokus pada pendistribusian 3.609 paket MBG untuk 29 sekolah yang terdiri dari RA, Paud, TK, SD dan SMP.
Program ini juga dirancang untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk, serta mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Selain itu, program MBG juga bertujuan untuk membentuk karakter siswa melalui kebiasaan baik saat makan, seperti berdoa, menjaga kebersihan, dan menghindari pemborosan.
Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Safira Putri Indraswari, S.K.M mengatakan, dalam pelaksanaan program MBG ini menu makanan didasarkan pada preferensi lokal untuk memastikan penerimaan yang baik dan mendukung ekonomi lokal. Program ini juga mengedepankan prinsip keamanan pangan dengan menjamin kualitas dan kebersihan makanan yang diberikan.
“Program ini sangat bagus untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi kesehatan dan pendidikan,“ terangnya.
Ia memastikan anak usia sekolah di wilayah Kecamatan Susukanlebak mendapatkan asupan gizi yang cukup selama jam belajar untuk meningkatkan konsentrasi dan performa belajar. Hal ini sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang tinggi.
“Program ini juga sangat bermanfaat untuk ekonomi dan sosial. Menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi ibu rumah tangga yang bekerja di dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi, menghasilkan pengembalian ekonomi yang signifikan melalui investasi di bidang gizi, serta memperkuat sistem pangan lokal dan pendapatan masyarakat,“ kata Safira Putri Indraswari.
Safira Putri Indraswari kembali menyebutkan, dapur SPPG Yayasan Bhakti Nurul Kalam Susukanlebak berkomitmen dalam menyiapkan dan mendistribusikan paket makanan sesuai jadwal sekolah atau kebutuhan penerima. Paket makanan disalurkan ke sekolah-sekolah dalam waktu singkat untuk menjaga kesegaran makanan.
“Insya Allah untuk kualitas gizi dan sanitasi diawasi ketat oleh tim yang terlatih dan kompeten. Setiap paket makanan kami rancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian siswa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan fokus belajar, menjaga stamina dan upaya peningkatan prestasi,“ imbuhnya. @Ries















