Kab. Cirebon, PN
Sebagai langkah dan upaya dalam menyiapkan SDM yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah, SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan Ini House Training (IHT) yang diselenggarakan sejak Senin (2/8) sampai Jum’at (13/8) besok. Berdasarkan pantauan PN, pelaksanaan IHT daring tersebut pasalnya menggunakan Learning Management System’ (LMS). Adapun hari pertama Pembukaan IHT Daring dilakukan sambutan secara langsung oleh Kepala SMK Dwi Bhakti Ciledug, Cecep Sa’bani, S.Kom, Perwakilan BB/BPPMVP/Dinas Pendidikan Jawa Barat, Hj. Aan Nurhasanah, M.Pd (Pengawas Pembina) dan pihak Perguruan Tinggi Pendamping dari Politeknik ATMI – Cikarang.
Kepala SMK Dwi Bhakti Ciledug, Cecep Sa’bani, S.Kom pun memaparkan, pada hari pertama IHT terdapat kegiatan Orientasi Pelatihan yang diantaranya Tujuan, Alur, Proses, dan Evaluasi IHT. Selanjutnya terdapat Pemetaan Harapan dan Kekhawatiran, Rencana Belajar dan Kesepakatan Kelas. Kegiatan lainnya dilakukan Pre Test, Membuat Kesepakatan Piket Secara Mandiri dan Praktik Pengenalan Platform Pembelajaran. Berikutnya di hari kedua terdapat kegiatan Penguatan Penggunaan Platform Pembelajaran, Pendidikan yang memerdekakan yakni Pendidikan Zaman Kolonial dan Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Kerangka Kurikulum yang diantaranya Fungsi Kurikulum dalam proses pembelajaran dan Kerangka Dasar Kurikulum Profil Pelajar Pancasila. “Pelaksanaan IHT Sekolah Penggerak secara Daring ini tentunya dalam rangka implementasi pembelajaran paradigma baru SMK Pusat Keunggulan di SMK Dwi Bhakti Ciledug,“ terangnya.
Cecep pun kembali memaparkan, di hari ketiga pelaksanaan IHT pun sudah dilakukan kegiatan Pendidikan yang memerdekakan, diantaranya Presentasi Hasil profil lulusan sekolah dan kesimpulan materi yang dipelajari. Selanjutnya kegiatan di isi juga dengan Kerangka Kurikulum, yakni profil pelajar yang telah diperbarui setelah merefleksi Profil Pelajar Pancasila. Sedangkan untuk kegiatan Kerangka Kurikulum menyangkut Struktur kurikulum, Prinsip Pembelajaran dan Asesmen, Menganalisis keterkaitan antara struktur kurikulum serta prinsip pembelajaran dan asesmen untuk mencapai profil pelajar yang diinginkan, Refleksi diri mengenai kurikulum SMK PK, dan Membuat peta pemangku kepentingan yang meliputi peran dan fungsi serta kebutuhan pengembangan profesionalitas. “Alhamdulillah sampai di hari ke 9 ini pelaksanaan IHT Daring berlangsung lancar tanpa ada suatu hal kendala. Tentunya dengan kegiatan ini diharapkan dapat merubah mindset dalam pengelolaan pembelajaran merdeka belajar,“ jelasnya.
Ditambahkan Cecep, untuk di hari ke 9 ini terdapat kegiatan Literasi Digital, diantaranya memanfaatkan teknologi dalam bidang pendidikan dan produk-produk platform teknologi SMK PK. Selain itu terdapat juga kegiatan Perangkat Ajar, Menyelesaikan penyusunan ATP dan Modul Ajar pada mata pelajaran yang diampu. Kegiatan berikutnya diakhiri dengan assesmen, yakni Evaluasi assesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. “Setelah menyelesaikan seluruh IHT, peserta memahami filosofi pembelajaran yang memerdekakan, Profil Pelajar Pancasila dan implikasinya dalam pembelajaran (Capaian IHT),“ imbuhnya. (ries)















