Pelita News | Cirebon Timur – Lagi-lagi terjadi, kali ini salah seorang siswa SMK Al Jabbar Ciledug, Kabupaten Cirebon mengalami luka sobekan dibagian jari akibat sabetan senjata tajam. Peristiwa sendiri bermula saat siswa SMK Al Jabbar Ciledug hendak pulang menuju rumahnya dihadang oleh sekelompok siswa yang diduga berasal dari salah satu SMK di Kabupaten Kuningan pada Jum’at (12/9/2025), berlokasi di Desa Cikulak, Kecamatan Waled.
Meski tidak ada korban jiwa, namun berdasarkan informasi yang diperoleh Pelita News dilapangan, kejadian yang konon sudah dilakukan dua kali oleh sekelompok siswa asal Kabupaten Kuningan ini berpotensi dapat memicu gelombang perlawanan atau serangan balik dari para siswa SMK Al Jabbar Ciledug.
Namun demikian, Kepala SMK Al Jabbar Ciledug, Ratna Lestari memastikan pihaknya telah melakukan penekanan kepada para siswanya untuk tidak melakukan serangan balik atau perbuatan serupa yang berimbas hanya akan merugikan diri sendiri, sekolah dan orangtua. Ia juga mengakui, sejauh ini pihak sekolah rutin melakukan pembinaan kepada para siswa dengan melibatkan peran TNI dan Polri.
“Waktu kejadian yang pertama dengan salah satu SMK Kabupaten Kuningan diselesaikan secara kekeluargaan, sekarang kejadian lagi siswa kita dihadang dan mengalami luka sabetan senjata tajam,“ terangnya.
Kapolsek Waled, AKP Moch. Fadholi, SH membenarkan adanya peristiwa tawuran di wilayah hukumnya sebelum memasuki waktu Sholat Jum’at, tepatnya di desa Cikulak, Kecamatan Waled. Namun sampai saat ini pihaknya mengakui belum menerima adanya laporan dari pihak korban.
“Ya betul tadi siang sebelum Sholat Jumat terjadi tawuran antar siswa. Kami langsung cek TKP di Desa Cikulak, namun sampai saat ini korban tidak ada yang datang melapor ke Polsek,“ jelasnya. @Ries















